13 Jaksa Siap Tuntut Bos Abu Tours

5 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan tersangka bos travel Abu Tours, Abdul Hamzah Mamba. Sebuah tim yang beranggotakan 13 jaksa telah ditunjuk untuk meneliti berkas perkara tersebut.

Diketahui, bos travel Abu Tours, Abdul Hamzah Mamba, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan, penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diperkirakan, uang jemaah yang telah dihabiskan Hamzah Mamba mencapai Rp 1,8 triliun.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, mengungkapkan, pihaknya telah menerima SPDP kasus tersebut dari Polda Sulsel. Sejak diterimanya SPDP tersebut, Kejati telah menunjuk beberapa orang tim jaksa peneliti, yang nantinya akan mempelajari serta meneliti berkas perkara tersebut.

“Kami sudah terima SPDPnya sejak tanggal 5 Maret, dan ada 13 orang tim jaksa yang telah ditunjuk untuk meneliti berkas perkara tersebut,” ungkapnya.

Sementara, ratusan jemaah umrah Abu Tours yang tidak kunjung diberangkatkan mengadukan nasibnya ke DPRD Sulsel, Selasa (10/4). Mereka meminta bantuan DPRD Sulsel untuk mendesak Abu Tours segera memberangkatkan mereka dan mengawasi proses hukum yang sedang berlangsung.

Salah seorang jemaah, Naing (70 tahun), mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 18 juta untuk berangkat umrah tahun 2017 lalu. Namun hingga bulan Maret 2018 sesuai yang dijadwalkan, ia belum juga diberangkatkan. “Uang itu saya kumpulkan susah payah,” tutur Naing.

Salah satu agen Abu Tours, Ernan Arfan, juga meminta kepada DPRD Sulsel agar aset-aset milik Abu Hamzah selalu CEO disita. Agar nanti, jika para jemaah tidak bisa diberangkatan, uang mereka dikembalikan.

“Tolong Pak dibantu, bagaimana solusi agar calon jemaah kami bisa berangkat pasca keluarnya SK pencabutan izin operasional PT Abu Tours. Kasihan mereka sudah susah payah menabung. Kami ini hanya bantu mereka. Kami juga minta Bapak untuk mengawasi proses hukum yang sedang berjalan. Awasi juga aset PT Abu Tours, jangan sampai ada yang disembunyikan,” terangnya.

Kadir Halid yang menerima para jemaah Abu Tours tersebut menyampaikan, mengatakan, Komisi E akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak, baik itu Kanwil Kementrian Agama Sulsel dan Polda Sulsel, untuk mengetahui sejauh mana prosesnya saat ini. Iapun meminta agar jemaah melaporkan ke Polda, jika mendapati ada aset Abu Tours yang belum disita.

Sebelumnya, Polda Sulsel terus mengejar aset lain milik tersangka Hamzah Mamba. “Polda masih memburu aset Abu Tours,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.(raksul/fajar)