18 Daerah di Jawa Barat Siap Meriahkan HUT ke-104 Kota Sukabumi 

5 views

SUKABUMI – Helaran seni budaya Jawa Barat akan menghiasi HUT ke-104 Kota Sukabumi, 29 Maret 2018. Acara ini dipastikan berlangsung seru. Karena 18 kabupaten/kota di Jawa Barat akan ambil bagian. Selain itu, tujuh kecamatan di Kota Sukabumi juga akan tampil.

Helaran berasal dari bahasa Sunda. Kata tersebut bisa diartikan sebagai seni pertunjukan, pawai, atau parade. Dalam HUT Kota Sukabumi, Helaran diawali dari Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Dilepas Wakil Wali Kota. Pawai akan finish di Balaikota. Dan disambut Wali Kota Sukabumi. Dalam pawai, setiap kontingen akan menyuguhkan kesenian tradisional yang atraktif.

Deputi Pemasaran Nusantara I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi  Pemasaran Regional II Sumarni mengatakan, seni Budaya Jawa Barat memiliki arti penting. Selain itu juga bermakna strategis. Yaitu sebagai upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mewariskan seni budaya Jawa Barat kepada generasi penerus. Hal itu sejalan dengan UU No 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

“Sesuai undang-undang ini, kita wajib melestarikan dan mengembangkan seni budaya serta melindungi eksistensinya dalam menghadapi era globalisasi,” kata Pitana didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 Wawan Gunawan, Senin (26/3).

Dijelaskan Pitana, menghadapi era globalisasi, eksistensi dan budaya tradisional perlu dipacu. Diberi ruang dan terus promosi. Hal itu untuk meredam berbagai tantangan, tekanan maupun pengaruh negatif. Terutama dari budaya asing yang berpotensi mengikis budaya daerah ditanah air, khususnya di Jawa Barat.

Melalui kegiatan tersebut, Pitana berharap, masyarakat semakin memahami budaya. Selain itu, budaya bisa berkembang di seluruh wilayah Jawa Barat. Dan yang penting bisa menjadi daya tarik wisata. Sebab, budaya berpotensi meningatkan kunjungan wisata dari luar daerah. Bahkan dari luar negeri.

”Kementerian Pariwisata sangat mendukung helaran. Saya berterima kasih kepada seluruh daerah yang telah berpartisipasi pada helaran kali ini,” ujarnya.

Wawan Gunawan menambahkan, helaran seni dan budaya merupakan satu diantara sejumlah rangkaian HUT Kota Sukabumi. Sejumlah kesenian tradisional Kota Sukabumi dan dari 18 kota dan kabupaten di Jawa Barat ditampilkan.

“Ini merupakan agenda tahunan. Kriteria penilaian dari kreativitas, penampilan, lokalitas, artistik, keutuhan, bentuk serta totalitas.” jelasnya.

Potensi parawisata yang berbasis budaya seperti kesenian, kata dia, kedepannya bisa menjadi magnet wisatawan lokal ataupun mancanegara. Selain itu, tarian persembahan dari sanggar tari catrik palagan yang menjadi opening merupakan tarian yang telah menjurai di tingkat provinsi.

“Boleh potensi pariwisata alam Kota Sukabumi tidak sebesar daerah lain. Namun, pariwisata budaya yang ada di Sukabumi yang bisa diunggulkan,” kata Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memandang setiap event budaya itu harus punya dua kekuatan. Pertama kekuatan budayanya, yang biasa disebut dengan cultural value. Di sisi lain, juga harus bisa menghasilkan economic impact kepada masyarakat sekitarnya.

“Ini yang disebut sebagai commercial value, atau financial value. Event itu harus punya nilai keekonomian. Event ini pun diharapkan bisa majukan pariwisata di Sukabumi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan dan pemerataan taraf kesejahteraan warga Sukabumi dan sekitarnya, salah satunya dari sektor Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, rancage dina gawe, sabilulungan, Paheuyeuk-heyeuk leungeun yang merupakan filosofi Sunda yang patut dijalankan agar negeri yang kita cintai menemukan jatidirinya kembali.

”Bagi masyarakat Sukabumi dan wisatawan yang sedang merencanakan kunjungan wisata ke Sukabumi sebaiknya agendakan hadir dalam event tahunan yang meriah ini. Salam Pesona indonesia. Dan kami tunggu di Sukabumi Jawa Barat,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*)