20 Juta Penduduk Terancam Absen di Pilpres 2019

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan pada 2019 terancam tak diikuti 20 juta warga yang memiliki hak pilih. Pasalnya, mereka belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo merinci 20 juta warga tersebut. 2,2 juta di antaranya pemilih pemula dan baru menginjak usia 17 tahun. Sedangkan sisanya didominasi penduduk yang telah memiliki KTP. Namun mereka belum melakukan perekaman ulang untuk e-KTP.

Untuk mengatasi persoalan ini, Mendagri mendorong pihak terkait untuk melakukan perekaman e-KTP secara maraton. Baik kepada pemilih pemula maupun perekaman ulang. Bahkan, Kemendagri telah menyiapkan blangko sebanyak 2,2 juta agar pemilih pemula dapat ikut mencoblos.

“Kami juga berkoordinasi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) agar setiap penduduk khususnya pemilih pemula, dapat memberikan hak suaranya dalam pilkada maupun pilpres,” kata Tjahjo Kumolo usai memberikan kuliah umum di Universitas Sriwijaya Palembang, Sabtu (31/3).

Kemendagri juga mewanti-wanti calon petahana agar tidak menggunakan sistem politik terkait proses distribusi e-KTP di setiap daerah. “Hal seperti ini memang terkadang dimanfaatkan petahanan, dengan memperlambat proses pembuatannya jika tidak mencoblos calon petahana,” ujar Tjahjo.

Penyaluran e-KTP dapat dilakukan dengan cepat mengingat adanya perangkat desa seperti lurah dan sebagainya. “Jadi jangan jadikan lagi ini sebagai kendala,” tegas Tjahjo. (Fajar/JPC)