26 Orang Diperiksa, Belum ada Tersangka Korupsi Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA, – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah memeriksa 26 orang saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim 2011-2016 yang diduga merugikan sekitar Rp 200 miliar lebih. Namun hingga kini belum satu orangpun ditetapkan sebagai tersangka.

“Dalam pengungkapan kasus inu sudah 26 orang duperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum ( Kapus Penkum), Moh Rum di Kejakaaan Agung Jakarta, Rabu (28/3).

Dia menjelaskan pemeriksaan saksi saksi untuk mengumpulkan keterangan dan alat bukti sebelum menentukan siap pihak yang paling bertanggung jawab untuk dijadikan tersangka.

Terakhir, kata Rum, penyidik memeriksa Hagul Aleksius selaku Direktur Utama PT. Adara Cantya Indonesia. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Saksi pada pokoknya menerangkan mengenai investasi tanah yang berada di Sleman Jawa Tengah oleh dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

“Saksi jelaskan soal investasi tanah di Jawa Tengah,” tutupnya.

Beberapa waktu lalu penyidik telah memeriksa Mantan Direktur Utama Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Ezrina Aziz. Saat diperiksa dihadapan tim penyidik, bekas orang nomor satu di Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim itu menerangkan mengenai proses investasi dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

Penyidik juga memeriksa atu persaru petinggi di Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Direktur Utama Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Surya Madya juga diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terkait kasus ini.

Selain itu petinggi Dapen PT Pupuk Kaltim yang sudah diperiksa yakni Eko Warjaya selaku Staf Bagian Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Chaerul Sanusi, SE selaku Manager Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Yolios Rafli selaku matan Dewan Pengawas Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

Dalam pemeriksaan Dirut menerangkan mengenai proses dalam melakukan investasi dana pensiun dan keadaan saat ini saham-saham yang di investasikan

Penyidik juga telah memeriksa Djafar Lingkaran selaku Komisaris PT. Anugerah Pratama Internasional dan Wicaksono selaku Direktur PT. Anugerah Pratama Internasional.

Saat diperiksa, saksi Djafar Lingkaran menerangkan mengenai investasi saham dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berada di PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo.Sedangkan sakso Wicaksono menerangkan mengenai investasi saham dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berada di PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo.

Kasus ini berawal, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT. Anugerah Pratama Internasional (PT. API) dan PT. Strategis Management (PT. SMS) telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT. DAJK) dan PT. Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement (repo) dimana pembelian repo bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun.

Bahwa akibat dari transaksi repo, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp. 229.883.141.293 (dua ratus dua puluh sembilan miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta seratus empatpuluh satu ribu dua ratus sembilan puluh tiga rupiah) yang tidak bisa dikembalikan oleh PT. Anugerah Pratama Internasional dan PT. Strategis Management. (Lan)