28 Atlet Indonesia di Deportasi dari Malaysia

5 views

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Setelah mengikuti proses sidang, nasib 28 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diamankan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Tawau, diputuskan dideportasi. Namun, waktu pemulangan WNI yang mengikuti turnamen sepak bola di Kalabakan yang masih menunggu Imigrasi Tawau.

Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, KRI Tawau, Firma Agustina menyampaikan, hukuman yang diterima 28 WNI ini deportasi. Dengan begitu, WNI tidak bisa masuk lagi ke Sabah, Malaysia. Sebab, dengan keputusan deportasi otomatis di blacklist.

“Sudah diputuskan. Hukumannya deportasi. Dan 28 WNI ini tidak boleh masuk Sabah lagi karena di-blacklist,” ujar Firma Agustina kepada Radar Tarakan, Sabtu (24/30.

Lanjutnya, untuk pemulangan pihaknya belum mengetahui pasti. Sebab, hal itu merupakan kewenangan dari Imigrasi Tawau. Dengan adanya keputusan deportasi, KRI Tawau bakal menerbitkan Surat Perjalan Laksana Paspor (SPLP).

“KRI akan bantu penerbitan SPLP agar, mereka (WNI) segera dideportasi ke Indonesia,” jelasnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Muhammad Nasir mengatakan sejak 28 WNI ditahan upaya agar tidak mendapatkan hukuman berat terus dilakukan. Dan hal itu terbukti dengan keputusan sidang untuk memulangkan WNI.

Alhamdulillah upaya koordinasi terus dilakukan berhasil. Keringanan sanksi diberikan kepada WNI, yang masuk ke Malaysia mengikuti undangan turnamen sepak bola,” jelas Ketua Komisi II DPRD Nunukan ini.

Sedangkan, untuk pemulangan diprediksi pekan depan. Sebab, sejumlah proses administrasi harus dilalui puluhan WNI. Setidaknya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. “Kemungkinan Senin atau Selasa sudah bisa dideportasi. Karena ada proses yang harus dilalui sebelum dipulangkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, puluhan WNI ini diamankan APMM Tawau saat berada di perairan Wallacw Bay, Sebatik, Malaysia menggunakan perahu jongkong, Pada Jumat (16/3) lalu sekira pukul 12.00 waktu setempat. Masuknya WNI ini karena kunjungan balasan guna menghadiri undangan turnamen sepak bola. Sebab, tahun lalu perwakilan dari Kalabakan juga hadir di Nunukan. (akz/nri)