50 Master Yoga Top Dunia Berkumpul di Bali Spirit Festival 2018

8 views

JAKARTA – Penyelenggaraan Bali Spirit Festival 2018 dipastikan keren. Sebab, master yoga papan atas dari 5 benua akan berkumpul di Bali Purnati, Ubud, Bali, 2-8 April 2018. Total, ada 50 master yoga mancanegara yang siap membantu para wisatawan menemukan kembali vibrasi harmoninya.

“Para pengajar yoga yang kami libatkan, adalah figur-figur top dunia. Mereka berasal dari berbagai belahan dunia. Pokoknya kami ingin membuat Bali Spirit Festival tahun ini lebih spesial. Untuk itu, kesempatan langka ini jangan dilewatkan begitu saja,” ungkap Media Sponsorship Manager Bali Spirit Festival, Noviana Kusumawardhani.

Dari 50 master yoga yang dihadirkan, 6 nama diantaranya berpaspor lokal. Mereka adalah Ketut Arsana (Kundalini Tantra Yoga), Arif Sentosa (Advanced Jivamukti Yoga), dan Fiska Satiri (Hatha Flow). Ada juga IB Candi (Hatha Yoga), Indra Widjanarko (Namaha Yoga), dan Pujiastuti Sindhu (Heart Yoga, Sufism, & Whirling).

Para master yoga lokal ini akan berkolaborasi dengan pengajar internasional. Sebut saja Eoin Finn dari Kanada atau Duncan Wong yang berpaspor Jepang. Ada juga Anthon Abbagnano (Italia) dan Latonya Style (Jamaika).

“Memang ada 50 master yoga dari 5 benua. Tapi, kami tetap memberikan slot yang besar bagi para pengajar yoga lokal. Mereka adalah yang terbaik,” terang Noviana.

Dari 50 master yoga, Amerika Serikat menjadi penyuplai terbesar dengan 13 pengajar. Nama-nama master tersebut diantaranya Cat Kabira (Biodynamic Yoga Energetics), Ebon Smith (Yoga N Da Hood), dan Esak Garcia (Hot Yoga).

Sedangkan Australia membawa 7 master yoga. Diantaranya Kate Porotto-Nelson (Fremantle Yoga) dan Sam Weinstein (Transformational Yoga). Tiongkok mengirimkan 4 master yoganya. Ada Will Lau (Universal Yoga), Ronan Tang (Taoism Yoga & Qi Gong), juga Nino Mendes (Urban Flow).

Satu-satunya wakil Benua Afrika berada dalam figur Chocolako (African Drumming Meditation) yang berpaspor Nigeria. Lalu, Sophie Sofree (Kundalini Yoga & Ecstatic Dance) asal Singapura menjadi satu-satunya wakil ASEAN di luar master yoga tuan rumah Indonesia.

“Bali Spirit Festival selalu memberikan yang terbaik. Sejauh ini respons dari masyarakat sangat bagus. Beberapa negara banyak yang sudah bergabung. Jumlahnya tentu akan terus bertambah karena waktu yang tersedia masih cukup,” tutur Noviana lagi.

Mengenai peserta, wisatawan Australia dan Amerika Serikat paling antusias. Jumlah sementara sementara mencapai 15% dari total keseluruhan. Warga Tiongkok yang siap bergabung berjumlah 13%, lalu diikuti oleh Korea Selatan dengan komposisi 7%.

Noviana menambahkan, distribusi tiket saat ini difokuskan bagi zona market dengan durasi tempuh di bawah 7 jam dari Bali.

“Penyelenggaraan event sudah di depan mata, artinya kami harus berlaku lebih efektif. Kami saat ini terus mengoptimalkan pasar Asia. Sebab, durasi waktu jarak tempuhnya relatif pendek. Tapi, pasar Eropa, Afrika, dan Amerika tetap digarap karena potensinya memang ada dan bagus. Untuk tiket event, negara-negara itu juga tidak ada masalah. Soal harga dan distribusinya tidak ada masalah,” lanjutnya lagi.

Beragam treatment kemudahan tiket memang ditawarkan Bali Spirit Festival ke-11 ini. Paket Abundance Pass atau 6-Day Spirit Pass disiapkan. Paket ini bisa menghemat bujet hingga USD55.

Paket Abundance Pass ini dibanderol dengan harga USD795 dengan durasi 6 hari 7 malam. Harga tersebut itu termasuk opening party, akses ke semua lokakarya dan musik, community day, hingga closing ceremony.

Alternatif berhemat ditawarkan paket 6-Da Spirit Pass. Tiket terusan ini dihargai USD595. Harga normalnya adalah USD650. Paket ini sudah termasuk opening party, akses ke semua workshop dan pentas musik, termasuk closing ceremony.

Tiket terusan Weekend Pass juga diberikan dengan harga USD395 dan berlaku 3 hari 3 malam. Mereka bisa mengikuti lokakarya dan menikmati musik mulai Jumat hingga Minggu.

Selain paket terusan, Bali Spirit Festival juga menyediakan tiket harian. Tiket 1-Day Spirit Pass untuk 1 hari 1 malam dijual USD149 dengan durasi penjualan 3-5 April. Harga tersebut naik menjadi USD159 bila tiket dibeli pada 6-7 April. Khusus bagi penikmat musik, paket Music Passes juga disediakan dengan harga USD150. Paket ini berlaku full 6 hari 7 malam.

Untuk reservasi tiket atau informasi lainnya bisa diakses melalui www.balispiritfestival.com. Bisa juga kunjungi Next to KAFE di Jalan Hanoman, Ubud. Buka setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 09.00-19.00 WITA.

Pilihan gerai tiket lain ada di At The Yoga Barn, Jalan Pengosekan, Ubud. Tiket bisa diperoleh setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 09.00-18.00 WITA.

Persiapan maksimal penyelenggara Bali Spirit Festival dipuji Penanggung Jawab Calendar of Event (CoE) 2018 Kemenpar, Esthy Reko Astuti.

“Bali Spirit Festival ini event berkualitas. Mereka sangat memperhatikan latar belakang dan kapabilitas para pengajar yoga. Dengan komposisi master yoga seperti itu, tiket yang ditawarkan menjadi relatif murah. Sebab, paketan yang akan didapat wisatawan sangat banyak. Ada pengetahuan dan hiburan,” kata Esthy.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengajak wisatawan untuk mengikuti ajang ini.

“Bali Spirit Festival ini sangat kompetitif. Harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitasnya. Aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di lokasi sangat bagus. Ini Bali, destinasi pariwisata papan atas dunia. Semua yang terbaik ada di sana,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)