Agresif Bela Jokowi, PDIP: Justru Tugas Ngabali Harus Seperti Itu

12 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sejumlah pernyataan frontal dari Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin disoroti Ombudsmen RI.

Sebagai pejabat negara, Ali Mochtar dinilai tidak pantas membela mati-matian salah satu pasangan calon Presiden dan wakil presiden. Apalagi, sejumlah pernyataan-pernyataannya Mochtar ketika menjadi narasumber, kerap menimbulkan polemik.

Ombudsmen melihat, Ngabalin kerap menunjukkan keberpihakan pada satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Padahal dia adalah penyelenggara negara, yang tidak berpihak demi menghindari potensi maladministrasi pelayanan publik

Namun, berbeda dengan apa yang disampaikan Sekretaris Jenderal (sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. Ia mengatakan, justru tugas Ngabalin harus seperti itu. Hasto mencontohkan krisis di Suriah yang mana ada pihak-pihak yang membenturkan pemerintah yang sah dengan masyarakat.

“Ya kalau kita lihat, Ombudsman harus cermat ya. Ketika ada pihak-pihak yang nyata-nyata membuat sebuah gerakan di dalam konteks demokrasi kita itu tidak pas, di dalam aturan main, di dalam membangun keadaban publik, itu tugas Pak Ngabalin bertindak seperti itu, karena sesuatunya itu muncul apa yang diucapkan. Kita lihat apa yang terjadi di Suriah, itu dimulai dengan skenario yang tidak jauh berbeda. Kemudian membenturkan antara pemerintah yang sah dengan mereka yang dibiarkan oleh penegak hukum,” kata Hasto di Menteng, Jakarta, Jumat (31/8).

Meski demikian, Hasto mengajak segenap tim kampanye Capres-cawapres agar menjaga etika dan tanggung jawab.

“Boleh mendukung si A menang menjadi presiden, si B menang jadi presiden. Tetapi dalam konteks itu, aspek-aspek etika, tanggungjawab, dan juga membangun hal yang positif di mata rakyat, itu juga menjadi tanggungjawab bagi seluruh tim kampanye,” katanya. (dal)