Airnav Indonesia Tata Ulang Ruang Udara di Kawasan Timur Indonesia (KTI)

8 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia menata ulang ruang udara di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Optimalisasi ruang udara demi peningkatan pelayanan navigasi dan keselamatan penerbangan ditargetkan rampung pada September atau Oktober 2018 mendatang.

General Manager Airnav Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto, mengatakan, pada tahap ini telah melakukan penataan, sektor bernama Upper Ujung Is dipecah menjadi tiga sektor baru. Masing-masing Upper Manado, Upper Ambon, dan Upper Papua.

“Targetnya bisa tuntas pada September 2018 atau paling lambat ya akhir 2018. Sekarang dalam proses uji coba dan Alhamdulillah memberikan dampak positif untuk peningkatan pelayanan navigasi penerbangan, juga untuk keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Dengan penataan ini, berarti navigasi penerbangan pada masing-masing sektor ruang udara akan dilayani frekuensi radio berbeda. Dampak positifnya, pola komunikasi antara petugas navigasi dan pesawat bisa lebih efisien.

“Sekarang kesibukan komunikasi berkurang sampai 50 persen. Customer atau pilot pun jadi lebih nyaman,” katanya.

Novy melanjutkan, jika penataan ruang udara ini berlaku untuk pesawat dengan ketinggian terbang 25 ribu kaki ke atas. Notabene untuk pesawat berbadan sedang maupun besar. Saat masih bernama Upper Ujung Is, ruang udara di kawasan timur dilalui sekira 200 penerbangan internasional serta 500 penerbangan domestik setip hari.

“Restrukturisasi ruang udara ini sejalan dengan program strategis pemerintahan Presiden Joko Widodo. Yakni peningkatan layanan navigasi penerbangan di kawasan timur khususnya Papua,” ujarnya.

Saat ini MATSC berwenang atas navigasi lalu lintas pada enam sektor udara, dari Bali hingga Papua. Dengan restrukturisasi, jumlah kewenangan mereka bertambah menjadi sembilan sektor.
Penataan ruang udara ini telah diuji coba MATSC sejak tahun lalu. Namun, finalisasi masih menunggu pembahasan dengan kantor pusat Airnav Indonesia serta Kementerian Perhubungan.

“Kemungkinan optimal berjalan September atau Oktober, dan berjalan penuh sebelum masa sibuk penerbangan di libur natal dan tahun baru,” ungkapnya.

Sementara, Deputi General MATSC Airnav Indonesia, Davitson Aritonang, mengatakan, restrukturisasi tahap tiga akan membuat pemanduan navigasi terbagi menjadi sembilan sektor. Termasuk upper Manado, upper Ambon dan upper Papua.

“Dampak dari restrukturisasi ruang udara akan memberikan kemudahan dan kenyamanan, baik itu penerbangan domestik maupun penerbangan internasional,” ungkapnya. (raksul)