Aksi Persekesi Terhadap Santri dan Wanita Cadar, Aboebakar Minta DPR Bertindak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Aboebakar Alhabsyi  menyampaikan duka mendalam atas peristiwa  di dalam negeri yang terjadi akhir-akhir ini.

“Kita sampaikan duka yang mendalam untuk bangsa ini, yang beberapa hari terakhir mendapatkan teror dalam berbagai bentuk. Duka dan bela sungkawa juga kisa sampaikan kepada para korban, baik dari aparat polri maupun dari warga sipil. Kita mengapresiasi kerja keras dari aparat, yang sampai saat ini masih berupaya membongkar jaringan teroris,” kata Aboe Bakar seusai rapat paripurna DPR, Jumat (18/5).

Lanjut Anggota komisi III DPR ini, paska kejadian teror bom Surabaya, ada tiga situasi yang menurut fraksinya perlu diluruskan. “Pertama adanya penyampaian informasi bahwa DPR menghambat pembahasan RUU Terorisme. Akibatnya, penangan terorisme akhirnya jadi tersendat. Hal ini tentunya tidak benar, kita semua tahu siapa yang sebenarnya menghambat pembahasan tersebut. Saya minta, Ketua DPR secara tegas memberikan penjelasan kepada publik apa yang sebenarnya terjadi dalam pembahasan ini,” terangnya.

Kedua, kata pria yang akrab disapa Habib ini, adanya kecemasan yang berlebihan. Misalkan saja viralnya video santri yang membawa kardus sepulang dari pesantren yang diminta membongkar seluruh isinya. Adanya beberapa cerita viral presekusi terhadap perempuan bercadar, kata Habib, kondisi ini seolah telah menjadi islamophobia di negeri muslim.

“Ini adalah sesuatu yang aneh, saya berharap para wakil rakyat yang terhormat membantu mendudukkan persoalan ini di dapilnya masing-masing,” cetusnya.

Ketiga, ucap wakil rakyat dapil Kalsel 1 ini, adanya pihak-pihak yang mempolitisi musibah teror. Ditengah duka yang mendalam dari bangsa ini. Ada kelompok-kelompok yang memberikan tuduhan melalui meme di media sosial bahwa PKS, Gerindra dan PAN adalah partai teroris.

Menurutnya, tindakan tersebut ada tindakan yang sangat kejam, karena memanfaatkan kerja teroris hanya untuk kepentingan politik sesaat. Tentunya hal ini akan memperburuk situasi politik dan keamanan nasional.

“Oleh karenanya, bersama ini dalam forum yang tehormat ini saya menghimbau, agar pihak keamanan dapat memberikan jaminan keamanan sehingga situasi ini akan kembali pulih dalam waktu yang segera. Kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, namun tanpa menyikapi secara berlebihan yang berdampak terjadinya islamopobia,” pungkasnya. (Fajar)