Alasan Yusril Pilih Kotak Kosong daripada Dukung Jokowi

12 views

FAJAR.CO.ID — Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, memastikan tidak akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Andai Jokowi menjadi calon tunggal sekalipun, maka pajar hukum tata negara itu memilih berkampanye untuk memenangkan kotak kosong.

“Kalau PBB untuk mendukung Pak Jokowi jelas tidak. Kami sudah sejak awal mengatakan tidak mendukung Pak Jokowi dan andai pun misal pencalonan ini calon tunggal, maka PBB akan kampanye supaya mendukung kotak kosong saja,” kata Yusril usai bertemu Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Yusril menegaskan, Jokowi cukup satu periode saja memimpin Indonesia, sebab Indonesia di bawah kepemimpinan mantan wali kota Surakarta itu justru mengalami kemunduran.

Mantan menteri sekretaris negara itu lantas menyoroti utang pemerintah yang melonjak luar biasa di era Jokowi. Menurutnya, penggunaan utang juga tak jelas.

Yusril menegaskan, anggaran infrastruktur tidaklah sebesar tambahan utang pemerintah. “Jadi, diperkirakan utang itu dipakai untuk membayar utang pokok dan bunganya di samping juga utang dipakai untuk membiayai biaya rutin dan itu memberatkan,” paparnya.

Lebih lanjut Yusril mengatakan, kondisi perekonomian juga tak begitu baik karena harga kebutuhan pokok melambung, subsidi dicabut dan tarif listrik naik. Di sisi lain, katanya, terjadi kerusakan-kerusakan sosial yang kian meluas terutama kelompok Islam yang merasa ditekan, ulama-ulama dikriminalisasi bahkan ada yang dianiaya dan sebagainya.

“Jadi keadaan ini tidak begitu baik. Menurut saya 2019 kami mencari presiden yang baru,” pungkas Yusril. (fajar/jpnn)