Anak Buah Hari Tanoe Duga Prabowo Nggak ‘Pede’ Lawan Jokowi

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diramalkan bisa kalah dari Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dikarenakan mantan Danjen Kopassus itu dinilai sangat jarang kampanye, berinteraksi dengan masyarakat.

Demikian disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulinga. Pernyataan Arya itu merespons kekhawatiran dari Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tentang keseriusan Prabowo nyapres.

“Dengan tidak hadirnya terus Prabowo, itu menunjukan bahwa beliau tidak ingin dipilih. Sehingga menyerahkan kepada Sandi. Kalau begitu, kenapa maju sebagai capres?” ujar Arya di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (12/10).

Bahkan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini menduga Prabowo Subianto tidak percaya diri capres, melawan petahana. Sebab, dari kacamata Arya, Prabowo terkesan malas melakukan kampanye, menyapa masyarakat.

“Jadi ini bisa jadi capres bayangan. Itu lebih parah, dan semakin menunjukan sebenarnya Prabowo tidak begitu pede untuk maju,” katanya.

Padahal, Arya menginginkan di Pilpres ini Prabowo menjadi lawan yang imbang bagi Jokowi. Sayangnya, dia melihat keraguan Prabowo bisa mengalahkan Jokowi.

“Kalau nggak imbang kan nggak seru. Kalau terus-menerus begini (elektabilitas) Pak Prabowo semakin menurun,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mempertanyakan keseriusan Prabowo untuk menjadi kepala negara di Indonesia. Pasalnya saat ini yang terlihat aktif untuk berkampanye adalah Sandiaga Uno.

“Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu Sandiaga Uno atau Pak Prabowo ya? Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” ujar anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Andi, apabila Prabowo terus berdiam diri tanpa melakukan kampanye, hampir bisa dipastikan kalah di Pilpres 2019. Pasalnya tidak ada rumusnya orang yang malas kampanye akan menang.

Waktu enam bulan yang tersisa saat ini dalam politik terlalu pendek. Sehingga Prabowo segera mungkin diharapkan melakukan kampanye seperti yang dilakukan wakilnya.

“Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara. Kunjungi rakyat, sapa, peluk, cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini,” pungkasnya.

(gwn/JPC)