Angkasa Pura Bantah Kurir Sabu Lolos dari X-ray

5 views

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –   Pasca tertangkapnya kurir sabu seberat 100 gram di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, pihak PT Angkasa Pura I (AP I) Balikpapan selaku pengelola bandara akan berbenah terkait sistem pemeriksaan kepada calon penumpang. Baik pemeriksaan melalui mesin x-raymetal detector, maupun pemeriksaan walkthrough dan fisik.

Seperti diketahui, pada Senin (26/3) lalu jajaran Ditreskoba Polda Kaltim berhasil menangkap seorang tersangka berinisial S (29) di ruang tunggu gate 8 Bandara SAMS. Saat itu tersangka menaruh barang haram di celana dalam yang dia kenakan sebelum memasuki ruang tunggu.

Tersangka yang membawa tas merah muda itu lantas melewati mesin x-rayuntuk mendeteksi, apakah terdapat benda-benda yang dapat membahayakan penerbangan, seperti senjata api hingga barang berbahan metal atau logam.

Kemudian, tersangka lolos dari pemeriksaan fisik oleh petugas bandara dan berhasil masuk sampai ruang tunggu keberangkatan. Diduga tersangka memasukkan barang haram itu ke dalam tas saat berada di toilet area ruang tunggu keberangkatan.

Namun, lantaran polisi telah menjadikan S sebagai target operasi (TO), maka dia langsung diamankan di tempat. “Kalau kelihatan di x-ray mungkin akan ketahuan di gate. Tapi, faktanya dia lolos sampai ruang tunggu,” ujar Direktur Reskoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury saat penangkapan.

Menyikapi lolosnya tersangka dari pemeriksaan, pihak AP I membantah bila pelaku lolos dari pemeriksaan mesin x-ray. Humas AP I Shively Sanssouci mengatakan, pemeriksaan yang diterapkan kepada setiap penumpang bertujuan untuk keselamatan penerbangan.

Sehingga, pada mesin x-ray maupun pemeriksaan walkthrough tidak terdeteksi, karena benda yang dibawa tersangka bukan berbahan logam atau metal.

“Pada pukul 13.03 Wita, pelaku masuk melewati screening check point (SCP) terminal keberangkatan. Setiap penumpang yang melewati wajib melalui walkthrough, sedangkan barang bawaan melalui x-ray. Sesuai rekaman CCTV, yang bersangkutan membawa satu tas kecil berwarna pink. Setelah melalui walkthrough, pelaku diperiksa oleh petugas sekuriti menggunakan metal detector. Pemeriksaan walkthrough memeriksa barang berupa logam dan metal, demikian juga metal detector. Jika ada bahan yang terdeteksi membahayakan penerbangan, alat tersebut berbunyi. Seperti kita masuk hotel atau mal, tapi tidak memeriksa barang yang tidak berbentuk logam,” terang Shively, kemarin (27/3).

Ketika seorang penumpang hendak berangkat melalui bandara, pasti akan melalui tahapan pemeriksaan tersebut. Hanya saja pada pemeriksaan fisik, petugas pemeriksaan tidak dapat memeriksa bagian vital penumpang. Kemungkinan tersangka yang mengetahui hal itu memanfaatkan celah tersebut. Walhasil, pelaku berhasil lolos sampai ruang tunggu.

“Barang berupa sabu dimasukkan ke dalam celana pelaku, jadi tidak terdeteksi. Petugas tidak dapat memegang sampai tubuh vital yang bersangkutan. Kecuali, kami tahu itu target operasi sebelumnya, kami bisa masukkan ke ruang khusus untuk diperiksa secara khusus,” imbuhnya.

Saat disinggung apakah cara itu dapat menjadi opsi bagi para pelaku untuk meloloskan diri dari pemeriksaan, dia mengatakan, pihaknya tidak menutup mata kalau hal itu kerap terjadi di sejumlah bandara lainnya. Namun, hal tersebut merupakan tupoksi dari aparat hukum untuk melakukan penindakan.

Pihaknya sebagai pengelola hanya melakukan pemeriksaan terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan. Tetapi, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait seperti BNN dan aparat penegak hukum, apabila pihaknya mendapatkan informasi bahwa terdapat penumpang yang menjadi target operasi.

“Itu dia tantangan kejahatan. Sudah banyak kejadian, bahkan ada yang narkoba-nya ditelan atau bahkan dimasukkan ke dalam alat vital. Hal tersebut bukan hal baru. Biasanya kalau ada yang mencurigakan dan info dari aparat penegak hukum, kita dapat melakukan pemeriksaan khusus. Dan bekerja sama dengan aparat BNN dan lain-lain untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan informasi,” pungkasnya. (yad/cal/k1)