Atiqah Hasiholan Desak Pengalihan Tahanan Ratna Sarumpaet Dikabulkan

7 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Atiqah Hasiholan kembali menjenguk ibunya, Ratna Sarumpaet di tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (7/11).

Dia dan kuasa hukumnya, Insank Nasruddin masih mengusahakan agar ibunya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota. Hal itu lantaran kondisi Ratna Sarumpaet yang menurun kesehatannya dan mengalami depresi.

“Pada prinsipnya yang mau kami sampaikan begini. Bahwa ibu RS ini sakit depresi, secara mental. Kemudian, secara fisik begitu juga. Sehingga, menjadi pertanyaan besar ketika dia depresi wilayah penahanan mana yang pantas buat beliau,” kata Insank di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (7/11).

Menurut Insank, dengan kondisi fisik dan kejiwaan RS saat ini, dia seharusnya menjadi tahanan kota. Oleh karena itu, sebagai kuasa hukum, dia akan terus berupaya agar Ratna menjadi tahanan kota. Dalah artian, bisa kembali ke rumah untuk pemulihan kesehatan dan psikologisnya.

“Kalau menurut hemat kami itu adalah tahanan rumah atau tahanan kota, karena kalau dibiarkan terus di rutan akan semakin mempengaruhi kejiwaannya. Harapan kami adalah bahwa ketika beliau dihadirkan ke persidangan dalam kondisi yang sehat, kondisi fit, baik memberikan keterangan. Kondisinya sekarang ini buat kami sangat mengkhawatirkan,” lanjut Insank.

Sang putri, Atiqah pun berharap permohonannya agar sang ibu menjadi tahanan kota segera dikabulkan. Mengingat, kondisi ibunya yang semakin drop dan pihak kepolisian tahu betul mengenai kondisi kesehatan mental Ratna Sarumpaet.

“Ini kan hak ya. Hak sebagai tahanan. Jadi, memang tujuannya kami di sini sebagai keluarga, ada hak untuk meminta permohonan ini. Kami harapkan dikabulkan karena dari pihak kepolisian juga tahu kondisi ibu Ratna kalau selama ini ibu di bawah psikiatri dan juga mengkonsumsi obat, jauh sebelum ditahan,” sambung Atiqah.

Bahkan, dia kembali menegaskan bahwa dia dan sang kakak siap menjadi penjamin demi Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota.

“Jaminannya saya sama kakak saya, penjaminnya sorry,” tukas Atiqah. (yln/JPC)