Aturan Saudi Larang Perempuan Berjoget saat Konser Diejek Netizen

3 views

FAJAR.CO.ID — Arab Saudi diklaim sedang mengalami prorses modernisasi yang sangat lambat. Salah satunya dikaitkan dengan aturan yang mengikat para penonton konser musik perempuan.

Dalam kasus terbaru, wanita diizinkan pergi ke konser pop untuk melihat penyanyi pop Mesir, Tamer Hosny, di Jeddah Sabtu lalu. Namun, para wanita diberitahu lewat tiket mereka bahwa mereka tidak diizinkan menari dan bergoyang, meski sesuai dengan adat istiadat Saudi, pria dan wanita ditempatkan di tempat terpisah untuk menyaksikan pertunjukan.

Ribuan penggemar pun terkejut ketika tiket untuk konser Hosny di Saudi mencantumkan dekrit bahwa menari “sangat dilarang”. Dan instruksi untuk “tidak menari atau bergoyang” pada tiket itu mendapat ejekan di media sosial.

“Hadirin sekalian, tolong kencangkan sabuk pengaman Anda,” kata salah satu pengguna Twitter.

“Koridor dan kursi akan dilengkapi dengan detektor goyangan. Siapa pun yang berpikir tentang goyangan akan diusir,” kata pengguna media sosial lainnya.

Netizen lain men-tweet, “Tidak menari atau bergoyang di konser! Ini seperti meletakkan es di bawah matahari dan memintanya agar tidak mencair.”

Meskipun hukuman bagi siapa saja perempuan yang ditemukan bergoyang tidak diketahui, beberapa orang telah ditangkap di masa lalu.

Pada bulan Agustus, penyanyi Saudi Abdallah Al Shahani ditangkap karena ‘dabbing’ dalam salah satu konsernya. Tarian, yang melibatkan seseorang menyelipkan kepala mereka ke lengan mereka, dilarang karena pihak berwenang setempat mengatakan itu adalah referensi untuk budaya narkoba. Dan hanya dua minggu setelah itu, seorang bocah 14 tahun ditangkap karena melakukan Macarena di beberapa lampu lalu lintas. (Metro/amr/fajar)