Awasi Orang Asing, Imigrasi Parepare Sasar Pasar Lakessi

34 views

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Adanya laporan warga terkait keberadaan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA) yang terpantau pernah melakukan aktifitas di Pasar Lakessi, Kantor Imigrasi Kelas II Kota Parepare melakukan pengawasan, Jumat, (18/5/2018).

Menurut Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Kelas II Parepare, Indra Gunawan Mansyur, mengatakan,
pasar Lakessi merupakan salah satu pasar terbesar di kota Parepare.

Lanjut Indra, operasi pengawasan warga Negara asing ini, adalah agenda yang sudah menjadi program rutin kantor Imigrasi kelas II pare-pare, setiap tahun.

“Jika ada pengaduan dari masyarakat terkait keberadaan orang asing dan sekiranya itu menjadi permasalahan, pihak kami juga akan merespon,” tutupnya.

Sebelum menyasar Pasar Lakessi, Imigrasi Parepare juga mendatangi sejumlah perusahaan untuk menertibkan dokumen WNA.

Adapun target operasi di hari pertama dilakukan di PT Conch Barru Cement Indonesia Coppo, Kecamatan. Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi selatan.

Diperusahaan tersebut, Imigrasi mendapatkan tujuh tenaga kerja asing yang berasal dari China. Dari hasil pengecekan, semua surat dokumen ke-7 tenaga kerja asing tersebut dinilai lengkap.

Operasi di hari berikutnya, Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Parepare melakukan pengecekan di PT UPC Sidrap, Jalan kincir angin No.1, Kecamatan Watampone, Kabupaten Sidrap.

Yanti salah satu HRD pada perusahaan tersebut, mengatakan bahwa para tenaga kerja asing tersebut berada di perusahaan dalam rangka bekerja. Yanti menambahkan bahwa secara prosedur Keimigrasian para tenaga kerja asing memenuhi kelengkapan.

“Sudah menjadi kewajiban kami untuk melaporkan kepada kantor imigrasi jika ada perubahan data atau dokumen. Kami sudah terbiasa dengan pengecekan ini,” kata Yanti di sela-sela proses pengecekan dokumen.

“Di hari ke-3 kami melakukan operasi di wilayah Kabupaten Pinrang, ke perusahaan PT. Biota Laut Ganggang, Jalan Kebangkitan No.8 Desa Polewali Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Di perusahaan ini diketahui ada 18 tenaga kerja asing yang berasal dari china,” pungkas Indra.

Di hari yang sama juga dilakukan pengawasan pada perusahaan PT. THE Sixth Chemical Engineering Construction, di perusahaan ini diketahui ada 6 tenaga kerja asing yang berasal dari China.

“Dari kedua perusahaan tersebut tidak ditemukan pelanggaran dan berkas tenaga kerja asing kedua perusahaan tersebut lengkap,” paparnya. (*)