Bacaleg Berkarya Tewas Dibacok, Polres Bentuk Tim Khusus

2 views

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Hingga kini, penyidik Polres Balikpapan belum dapat membuktikan dugaan adanya keterlibatan pelaku lain terkait tewasnya bakal calon legislatif (bacaleg) Edy Rachman, yang terjadi pada Minggu (9/9) dini hari. Hingga Jumat (14/9), polisi masih menetapkan satu tersangka pembunuhan.

Ialah La Yappe, yang tak lain rekan korban di salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas). Kepada penyidik Polres Balikpapan, La Yappe bersikeras melakukan penganiayaan tanpa bantuan orang lain.

Hanya saja, penyidik tak sepenuhnya memercayai. Kasus ini pun disupervisi langsung Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto agar segera dituntaskan.

“Polda backup Polres. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) sudah saya perintahkan untuk lakukan pemeriksaan dan pengembangan,” ungkap Priyo dikutip dariKaltim Post (Jawa Pos Group) yang tengah berada di Jakarta, Jumat (14/9).

Sementara itu, Dirkrimum Kombes Andhi Triastanto pagi kemarin langsung menuju Polres Balikpapan dan berkoordinasi dengan penyidik untuk meminta perkembangan hasil penyidikan.

Menurutnya, Kapolda telah menginstruksikan agar dilakukan pengembangan yang didukung fakta hukum. “Semua berjalan. Penyidik menghimpun keterangan tersangka, saksi dan informasi di lapangan,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengembangan perkara tersebut.

“Tim sudah berjalan, mendalami keterangan tersangka, saksi termasuk informasi di lapangan,” jawabnya.

Dia melanjutkan, memasuki hari keenam kasus tewasnya bakal caleg daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Utara tersebut, tersangka masih satu orang, yakni La Yappe.

“Masih satu, tak menutup kemungkinan bertambah jika saksi dan alat bukti mendukung,” paparnya.

Fakta-fakta yang dihimpun penyidik, sambung dia, tersangka diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam hingga meninggal. Penyidik pun menjerat La Yappe dengan Pasal 338 KUHP.

“Kejahatan terhadap hilangnya nyawa, maksimal 12 tahun penjara,” imbuhnya.

Dari Jakarta, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga ikut mengomentari kasus pembunuhan bacaleg dari Partai Berkarya itu. Menurutnya, ada kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang terkait tewasnya Edi Rachman di Jalan Ruhui Rahayu.

“Karena ada yang jemput. Ada kompolotannya. Kenapa hanya satu yang ditangkap. Yang dijemput juga enggak dicurigai. (Korban) dibunuh secara sadis, ramai-ramai. Kenapa hanya satu (tersangka),” ungkapnya setelah menerima aduan keluarga Edi Rachman di salah satu kedai kopi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (14/9) pagi.

(jpg/est/JPC)