Bali Spirit Festival, Kembali ke Akar

16 views

JAKARTA – Buat kalian yang suka yoga, segera sediakan waktu pada 2-8 April nanti. Dan ikutilah Bali Spirit Festival 2018. Lokasinya di Kawasan Batuan, Sukawati, Ubud, Bali. Inilah momentum untuk belajar yoga, musik, hingga tari.

“Festival ini bukan hanya memberikan kegembiraan. Ada transfer ilmu pengetahuan di dalamnya. Kami memberikan sedikitnya 150 kelas seminar bagi para wisatawan. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang banyak hal,” ungkap Media Sponsorship Manager Bali Spirit Festival Noviana Kusumawardhani, Selasa (27/3).

Meski demikian, beragam hiburan tetap disajikan dalam Bali Spirit Festival 2018. Ada beragam musisi yang siap unjuk skill. Bagi yang ingin menikmati suasana meriah bisa berkunjung ke pasar malam yang ramah lingkungan. Yang ingin mengenal lebih detail budaya Bali, bisa belajar tarian tradisional Pulau Dewata. Alternatif lainnya, mempelajari gamelan khas Bali.

“Kami akan gelar semuanya dengan lebih meriah. Tahun ini dijamin akan lebih berkesan. Sebab, kami juga ada kelas sufism. Kelas ini sebelumnya tidak ada. Jadi, yang jelas jangan sampai melewatkan festival ini karena semua yang disajikan sarat pengetahuan,” terang Noviana.

Bali Spirit Festival 2018 ini memang spesial. Sebab, 8.000 wisatawan dari 50 negara menjadi target acara. Ada Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat. Selain itu datang juga dari Inggris, Prancis, Venezuela, hingga Jamaika.

Khusus yoga, Noviana menambahkan, Bali Spirit Festival menghadirkan banyak kelas. Nantinya, yoga juga disesuaikan berdasarkan tingkatan.

“Kami akan memberikan delapan kelas yoga. Para wisatan bisa memilih sesuai dengan keinginan mereka. Kelas ini berlaku untuk semua kalangan bahkan juga usia,” jelasnya.

Delapan kelas yoga yang disediakan adalah jivamukti, kundalini, hatha, dan vinasa flow. Ada juga afro flow, yoga ketawa, astanga, hingga yoga anak.

“Jadi saat wisatawan berada di sini mereka bisa menikmatinya bersama seluruh keluarga. Anak-anak juga bisa ikutan beryoga akan semakin fesh. Yang jelas festival ini sangat hangat terhadap seluruh keluarga,” terang Noviana.

Mengusung tema ‘Kembali ke Akar’, festival ini juga fokus terhadap terapi. Beberapa proses penyembuhan yang ditawarkan adalah treatment mengembalikan suara. Wisatawan juga akan diajak untuk bermeditasi.

“Kembali ke asal menjadi sebuah perjalanan batin bagi seseorang. Semua akan menumbuhkan sebuah kesadaran yang hakiki,” katanya.

Noviana mengungkapkan, Bali Spirit Festival memang menggabungkan semua unsur untuk membangkitkan energi positif. Diharapkan, banyak karya besar yang akan dilahirkan sesudahnya.

“Semua unsur memang akan disatukan di sini.Tujuannya untuk mengembalikan dari kesegaran para wisatawan. Harapannya bisa membuat dunia menjadi lebih positif,” tutur Noviana.

Ketua Pelaksana Calendar of Event 2018 Kemenpar, Esthy Reko Astuti menjelaskan, Bali Spirit Festival selalu menebarkan harmoni.

“Festival ini selalu menarik karena keunikannya. Bali Spirit Festival menebarkan vibrasi harmoni bagi para pengunjungnya. Dengan kembali ke asal, para wisatawan diharapkan mendapatkan kembali energi kesegarannya. Dengan begitu, tingkat potensi stress rendah lalu wisatawan bisa menjadi lebih produktif,” tegas Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengatakan, Bali Spirit Festival harus lebih gencar melakukan branding. Tujuannya agar konsep positif yang ditawarkan gaungnya lebih besar.

“Festival ini kelasnya dunia. Lokasi event juga di destinasi terbaik dunia. Gencarkan lagi promosinya melalui media sosial. Agar eneri positif yang ditawarkan semakin luas diterima wisatawan di seluruh penjuru dunia,” pungkasnya. (*)