Bastomi: Saya yang Salah Pak, Karena tidak Berhenti Dulu

18 views

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Akibat kelalaiannya saat berkendara, Bastomi harus dihakimi di Pengadilan Negeri Tarakan. Dalam sidang yang digelar Kamis (29/3) terungkap kasus Bastomi berawal pada Desember 2017. Di mana dirinya yang hendak berkendara menuju Juata Permai, mencoba memberikan handphone (HP) kepada teman yang diboncengnya.

Namun karena kehilangan konsentrasi, Bastomi yang saat itu melaju kencang langsung menabrak Syarifudin yang berkendara dari arah yang berlawanan. “Pada saat kejadian memang saya yang salah pak, karena tidak berhenti dulu saat memberikan HP kepada teman saya,” kata Bastomi.

Dalam keterangannya, Bastomi juga menjelaskan, pada saat kejadian dirinya sama sekali tidak melihat adanya kendaraan yang ada di sekitarnya. Hingga sampai kecelakaan itu terjadi, Bastomi baru sadar ada kendaraan yang telah ditabraknya.

“Saya kira kan pada saat itu tidak ada pengendara lain selain saya pak. Pas kejadian baru saya sadar, kok tiba-tiba ada kendaraan yang saya tabrak,” jelasnya. Akibat kecelakaan tersebut, Syarifudin dilarikan ke RSUD Tarakan karena menerima sejumlah luka yang cukup parah.

“Saya tidak begitu ingat dengan kejadiannya pak, karena begitu mendadak. Namun karena kejadian itu saya mengalami patah tulang, luka robek dan luka lecet di sebagian tubuh saya yang mengakibatkan saya harus istirahat dalam waktu yang cukup lama dari pekerjaan saya ,” kata Syariffudin dalam persidangan.

Walaupun sempat mengaku telah diberikan saran oleh petugas kepolisian Satlantas untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, namun Syarifudin yang kesal dengan Bastomi tetap tidak ingin berdamai dan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

“Sempat disuruh berdamai pak, tapi saya kesal karena terdakwa yang mengeyel kalau saya yang salah, padahal dia yang menabrak saya. Makanya kasus ini sampai ke dalam sidang ini pak,” pungkasnya.

Di penghujung persidangan, Majelis Hakim yang merasa cukup dengan keterangan Bastomi dan Syarifudin, langsung memutuskan untuk menskor persidangan dan akan dilanjutkan kembali pada 3 April 2018 mendatang.(*/osa)