Beda dengan Pengakuan Korban, Kepsek Ini Bantah Lakukan Pencabulan

3 views

FAJAR.CO.ID, TASIKMALAYA– Ag, kepsek di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya membantah tuduhan muridnya, Ra yang melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota akibat dugaan pencabulan.

Ditemui di rumahnya akhir pekan lalu, Ag menegaskan dirinya tidak melakukan pencabulan sebagaimana yang dituduhkan. Soal apa yang dilaporkan keluarga Ra kepada polisi dia belum begitu mengetahui secara jelas.

”Intinya saya membantah tuduhan (pencabulan) tersebut,” ujarnya seperti dikutip Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group), Senin (9/4).

Dia mengaku siap mengikuti proses pemeriksaan bila kepolisian ingin melakukannya. Hanya saja, saat ini dirinya enggan berbicara banyak soal perkara pencabulan tersebut. Alasannya, menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Kota Tasikmalaya. ”Lebih lanjutnya tunggu saja dari kepolisian,” katanya.

Disinggung soal kedekatan antara dirinya dan Ra yang kerap berkomunikasi melalui aplikasi chatting, Ag menjelaskan bahwa hal itu merupakan kewajaran. ”Karena sebatas memberikan pembinaan,” tuturnya.

Ag menegaskan permasalahan ini tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolahnya. Dia berharap tuduhan terhadap dirinya tidak merembet ke lembaga pendidikan yang dipimpinnya. ”Alhamdulillah masih jalan seperti biasa (kegiatan belajar mengajar, Red),” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dadang Yudhistira mengaku sudah mengetahui perkara tersebut. Dia pun belum mengetahui secara pasti kebenarannya.

”Hari Selasa saya dapat informasi, tapi saya juga masih mengedepankan praduga tak bersalah karena belum jelas,” ungkapnya.

Tetapi pada Kamis (5/4) dirinya sempat bertemu Ag di salah satu kegiatan, kepadanya Ag mengungkapkan bantahan atas tuduhan telah melakukan pencabulan tersebut. ”Katanya dia tidak melakukannya, tapi itu juga baru sebatas pengakuan,” terangnya.

Terlepas benar atau tidaknya kasus itu, kata dia, pihaknya senantiasa melakukan pencegahan dengan pembinaan tentang sekolah ramah anak dimana sekolah harus menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta didik. ”Kita terus memastikan bahwa tidak ada tindak kekerasan dan pelecehan di sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf masih belum bisa memberikan kejelasan. Pihaknya masih menunggu hasil visum dari pihak medis. ”Kita lihat nanti hasil visum seperti apa,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pencabulan oknum kepala sekolah kepada muridnya terjadi di Kota Tasikmalaya. Siswi kelas VIII di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya mengaku menjadi korban pencabulan kepala sekolahnya, Ag.

Korban, Ra,13 mengaku dicabuli kepsek sejak pertengahan 2017. Sang kepsek memanggilnya ke rumahnya saat jam belajar. Saat itu, korban mengaku diberi minum air mineral dalam kemasan gelas plastik. “Habis minum langsung pusing dan tidak ingat apa-apa lagi,” ujarnya kepada wartawan di rumahnya Kamis (5/4).

Ketika bangun, korban sudah berada di kamar Ag. Kancing bajunya terbuka. Roknya menyingkap. Dia mengaku sudah menjadi korban tindak asusila kepsek. ”Saya diancam (jika buka suara, Red),” ujarnya.

Pencabulan kepadanya, kata korban berulang. Biasanya dia diberi minuman ketika Ag melakukan aksinya.

(nas/jpg/JPC)