Begini Kronologi Lucinta Luna Lecehkan Kota Monokwari, Warga Papua Berang!

49 views

JAKARTA- Pedangdut Lucinta Luna sedang membuat masyarakat Monokwari, Papua Barat meradang. Bagaimana tidak, pedangdut yang diisukan sebagai transgender ini menyebut Kota Monokwari dengan sebutan Nonokwari. Kata ‘nonok’ bisa diartika sebagai alat kelamin dalam bahasa daerah.

Permasalahan ini, diduga berawal dari saling sindir antara Lucinta Luna dengan salah satu Selebgram cantik asal Monokwari yang bernama Levana Varraiza. Selebgram tersebut, disebut-sebut mirip Lucinta Luna.

Namun begitu, Levana enggan menyamainya dengan Lucinta Luna, begitu juga Lucinta dia tak mau menyamainya dengan Levana.

Saling sindir pun terjadi antara keduanya melalui instagram. Puncaknya, akun IG stasyabwar26 melakukan livestreaming di Instagram bersama dengan akun andrewjho91 dan Lucinta Luna.

Pada saat Live berlangsung, Lucinta mulai melakukan sindiran terhadap seseorang yang dinilai menirukan gaya make-upnya. Sindiran itu diduga terhadap Levana Varraiza. Meskipun tidak menyebut nama Levana, namun Lucinta menyindir kota asal selebgram tersebut, yaitu Monokawari. Tidak menyebut secara utuh Kota Monokawari, Lucinta malah menyebutnya ‘Nonokwari.

Lucinta Luna akhirnya menuai kecaman dari Masyarakat Papua. Lucinta Luna dituntut bayar denda senilai Rp5 Miliar. Sejumlah aktifis kini tengah melaporkan dirinya ke Polres Monokwari.

Berikut pernyataan sikap dari sejumlah aktifis papua seperti dilansi dari akun PapuabaratHitz:

Jadi inti dari pernyataan sikap dari pace mace Aliansi Masyarakat Cinta Manokwari ini yaitu:

1. @lucintaluna HARUS datang ke Manokwari pada Tanggal 30 Mei 2018, ini Lucinta nya ya yg harus datang..bukan perwakilan.

2. @lucintaluna HARUS meminta maaf langsung kepada Seluruh Warga Manokwari di Kota Manokwari (tempat menyusul) pada Tanggal yang sudah dicantumkan.

3. @lucintaluna HARUS membayar DENDA Adat sebesar 5 Milyar, turun 95 M coy..kurang baik apa coba Orang Papua 😁😍

4. @lucintaluna HARUS menulis pernyataan Sikap yang isinya Permintaan Maaf dan tidak akan mengulangi kejadian tersebut maupun tindakan lain yang melanggar hukum

JADI, Damai boleh…KALAU semua sudah terpenuhi. Ingat ya @lucintaluna , ini bukan soal sengaja atau tidak..apalagi ada yang bilang membesar2kan masalah sepele. Apa? Sepele? Oh ini masalah besar boss.

Kota Kebanggaan kami kamu samakan dengan kelamin..berarti kamu sudah melecehkan Pahlawan Pejuang kami yang telah gugur, Para Suku, dan Para Warga yang ada didalam Manokwari…dan bahkan seluruh Masyarakat Yang ada di Tanah Papua ini.

Kamu harus ingat ya @lucintaluna , Manokwari adalah Kota Injil..Kota yang sangat kami hargai dan jaga. Jangan Injak Martabat kami dengan ketidak sengajaanmu itu. Tolong, mengingat kejadian ini..cukup pada kasus ini saja…jangan ada kasus2 yang seperti ini muncul lagi di negeri ini. Gunakan Sosial media mu dengan bijak…Jadilah Anak Negeri Yang Berkualitas! #AKUPAPUA.

(dal)