Bibir Digigit Ayah, Bayi Malang Tewas karena Tidak Bisa Menyusu

28 views

FAJAR.CO.ID — Polsek Batuampar, Batam, sudah resmi menetapkan Yudi Chandra sebagai tersangka penganiayaan terhadap bayinya sendiri bernama Yuni Sandra yang masih berusia tiga bulan.

Akibat dari penganiayaan itu, Yuni Sandra mengalami luka di bagian bibir dan lebam di bagian punggung.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, menuturkan, penetapan tersangka ini berdasarkan dari hasil otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Selain itu, kepada polisi Yudi juga telah mengakui bahwa telah menganiaya anaknya.

“Korban mengalami luka di bibir akibat gigitan pelaku, sehingga akibat luka itu korban tidak bisa menyusu,” katanya, Senin (2/4/2018).

Selain itu, kepada penyidik, tersangka mengaku melakukan hal itu karena kesal kepada istrinya karena sering ribut. Sehingga, tersangka melampiaskan kekesalan tersebut kepada anaknya. Korban telah dimakamkan di TPU Sei Panas, Jumat (30/3/2018) lalu.

“Pelaku kita kenakan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal lima belas tahun,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun Batam Pos (Jawa Pos Group), bayi itu awalnya dibawa oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Minggu (25/3/2018) lalu. Setelah menjalani perawatan selama dua hari, bayi itu meninggal dunia, Selasa (27/3/2018) sore.

Usai meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke masjid di kawasan Komplek Jodoh Square untuk dimandikan dan selanjutnya dimakamkan. Namun, saat dimandikan itu, warga melihat ada bekas luka yang diduga akibat penganiayaan.

Berdasarkan temuan itu, selanjutnya warga menghubungi Polsek Batuampar untuk mengusut dugaan penganiayaan ini. Dari laporan itu, polisi pun memanggil beberapa orang saksi termasuk orang tua korban.

Saat dimakamkan, ibu bayi, Nia (22) tampak histeris saat di pemakaman. Ia seperti belum ikhlas kehilangan bayi perempuannya itu. Ia beberapa kali jatuh pingsan. Beberapa warga yang hadir pun tampak mencoba menenangkan Nia. (gie/bp/jpg)