Boediono Ditetapkan Tersangka Century, Fahri Sebut Ini Babak Baru

1 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Putusan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait diperintahkannya KPK melakukan penyidikan lanjutan atas kasus skandal Bank Century.

Hakim memerintahkan KPK menetapkan tersangka baru, yakni sejumlah nama eks pejabat Bank Indonesia (BI), termasuk mantan Gubernur BI Boediono. Kasus ink pun ditanggapi oleh Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah

Fahri Hamzah menilai Perintah Pengadilan Negeri (PN) kepada Lembaga Anti Rasuah tersebut bisa dimaknai sebagai teguran keras karena telah mengabaikan keputusan Pengadilan Tipikor beberaapa tahun yang lalu.

“Perintah PN kepada KPK itu bisa juga dimaknakan sebagai teguran keras kepada KPK karena mengabaikan keputusan Pengadilan Tipikor beberapa tahun yang lalu, yang sudah memerintahkan KPK agar memproses kawan-kawan Budi Mulya,”ujarnya dalam keterangan tertulis (11/9).

Fahri menambahkan Tapi akibat adanya loby-loby tertentu kasus itu justru dihentikan, karena salah satu pimpinan KPK waktu itu adalah lawyer dri pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Menurut saya keputusan PN ini adalah pembukaan skandal yang terjadi di dalam tubuh KPK, karena menurut saya KPK justru melindungi orang-orang yang tersangkut kasus Centrury,”ungkapnya.

Oleh karena itu, sambung Mantan Anggota Pansus Century, menjadi sangat menarik dengan keluarnya putusan pengadilan terkait perintah penanganan kembali skandal kasus Century dan menjadi babak baru.

“Karena itu menarik untuk dibuka lebih jauh apa sebetulnya yang terjadi di KPK sehingga KPK membuat kasus Century itu tidak diproses dan dilanjutkan padahal kerugian negara 6,7 triluun, bukan uang kecil.  Dibandingkan dengan tangkapnya terhadap seorang hakim hanya 50 juta, auditor 40 juta, jaksa 10 juta, ” cetus Fahri.

“Tetapi itu lah (kasus Century) yang ditutup-tutupi oleh KPK selama betahun-tahun untuk dibhktimam secra tuntas,” pungkasnya.(zain/Fajar)