Bom Bangil: Kemampuan Terduga Pelaku Masih Tumpul

21 views

FAJAR.CO.ID, PASURUAN – Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menjelaskan, bom yang meledak di Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7), memiliki daya ledak rendah. Meski terjadi tiga kali ledakan dalam rumah, tidak banyak perabot yang rusak.

Bom itu juga berisi gotri dan paku. Dua barang tersebut diharapkan pelaku bisa meningkatkan kemampuan membunuh bom.

Apakah ransel yang dibawa kabur terduga teroris A berisi bom? Machfud belum bisa memastikan. Keterangan bahwa ransel itu berisi bom berasal dari kesaksian warga. Polisi kini berusaha sekuat tenaga meringkus A untuk mencegah serangan selanjutnya.

Kesimpulan awal, A merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Selain dari bom yang diledakkan, indikasi itu disimpulkan dari buku-buku dan dokumen yang ditemukan di rumah kontrakan tersebut.

A bukan warga Pasuruan atapun Jawa Timur. Dia lahir di Aceh dan tinggal di Pandeglang, Banten. Istrinya merupakan warga Sidoarjo. ”Pasangan suami istri tersebut hanya tinggal di kontrakan tersebut selama setahun setengah,” papar Machfud.

Pengamat Terorisme Al Chaidar membenarkan bahwa A adalah anggota JAD. Sebab, hanya jaringan teroris pimpinan Aman Abdurrahman itulah yang masih aktif di Indonesia. Aman beberapa waktu lalu divonis mati atas kasus terorisme.

”Kejadian meledaknya bom di rumah pelaku menunjukkan bahwa kemampuan membuat bom dari pelaku sangat minim,” kata Al Chaidar.

Kondisi itu menunjukkan A belum mendapat tambahan keahlian dari para mantan kombatan ISIS yang telah pulang ke Indonesia. Bila kemampuan mereka sudah dipengaruhi para mantan kombatan, daya ledak bom tersebut tentu akan lebih besar. ”Sekaligus tidak akan meledak di dalam rumah,” ucapnya.

Bom yang meledak di rumah pelaku sendiri sebenarnya terjadi berulang-ulang. Misalnya, bom Cimanggis. Bahkan, pemimpin ideologis JAD Aman Abdurrahman pernah ditangkap karena bom meledak di rumahnya sendiri.

”Artinya, kemampuan teroris masih tumpul. Ya, tidak jauh seperti bom Solo yang meledakkan diri, tapi kena sendirian. Ini malah melukai anaknya,” jelasnya. (bin/idr/one/rf/c10/ang/jpnn)