Buka peluang dukung Prabowo, Fadel Muhammad terancam dipecat Golkar

9 views
Opini Bangsa – Politikus senior Golkar Fadel Muhammad mengaku kecewa dengan keputusan Jokowi yang tak menggandeng kader Golkar sebagai Cawapres. Dia melihat, internal Golkar pecah karena persoalan tersebut.
Namun, Ketua Korbid Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera Golkar, Indra Bambang Utoyo menekankan, apa yang disampaikan Fadel merupakan pandangan pribadi. Indra menegaskan, dewan pembina Golkar solid dukung Jokowi-Ma’ruf.
“Saya sih melihatnya pribadi. Dewan Pembina tidak ada pernyataan yang merubah dukungan,” kata Indra saat dihubungi merdeka.com, Selasa (21/8).
Indra mengingatkan, para politisi Golkar pernah dipecat karena tak sejalan dengan keputusan partai pada Pilpres 2014 lalu.
“Dan bila pribadi jangan bawa Partai Golkar. Pemilu 2014, Golkar mendukung Pasangan Prabowo Subianto, ada beberapa pengurus terang-terangan mendukung Jokowi, akhirnya berbuntut pemecatan,” kata Indra.
Golkar pernah memecat tiga politikus mudanya, Nusron Wahid, Poempida Hidayatulloh dan Agus Gumiwang karena dukung Jokowi di 2014. Namun, nama ketiganya direhabilitasi di Munas setelah ada proses islah di internal Golkar.
Indra pun meyakini, hal yang sama bisa terjadi kepada Fadel. Terlebih, jika Fadel secara terang-terangan malah mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
“Bila bung Fadel terang-terangan ingkar dari keputusan Golkar, ya pasti akan ada rapat untuk membicarakan hal itu,” tegas Indra lagi.
Sebelumnya, Fadel Muhammad menilai, partainya tak solid mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Bahkan, menurut dia, internal Golkar rawan perpecahan akibat tak dipilihnya kader Golkar sebagai Cawapres oleh Jokowi.
“Kita lihat bulan depan, (situasinya) agak rawanlah. Akan dibahas di rapat kerja bulan depan,” kata Fadel Muhammad, anggota Dewan Pembina Partai Golkar di sela gladi resik penobatan sebagai Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Selasa (21/8) petang.
Kata Fadel, Partai Golkar memang telah menentukan pilihan pada kubu Joko Widodo. Penentuan itu setelah dalam sekian upaya agar Ketua Umum Golkar dipilih sebagai wakil presiden, pendamping Joko Widodo.
“Kita sebenarnya mengharapkan, berusaha agar Partai Golkar yang diambil sebagai Wapres. Kita bikin gerakan besar-besaran ke daerah-daerah yang ongkosnya juga mahal, supaya ketua umum Golkar yang diambil, tetapi tidak ternyata,” katanya.
“Kita, Partai Golkar kecewa. Saya sebagai Dewan Pembina sangat kecewa, kok bukan Golkar yang diambil. Selama ini kita di parlemen itu mati-matian bela Jokowi, bahkan kita lebih membela dari PDIP. Saya bisa berani bantah bantahan, kita kecewa,” sambungnya.
Fadel pun melihat peluang Golkar mengalihkan dukungan kepada kubu Prabowo-Sandi masih ada.
“Besar (kemungkian) apalagi Sandiaga Uno orang Gorontalo,” pungkasnya. [opini-bangsa.com / merdeka]