Capres 2019 Hanya Hadirkan Wajah Lama, Ini Komentar Kopel Indonesia

2 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pendaftaran Capres-Cawapres telah usai. Jokowi dan Prabowo kembali bertarung. Kondisi ini mengulang Pilpres 2014 silam, yang berbeda hanya figur Cawapres.

Menanggapi hal tersebut peneliti KOPEL Indonesia, Herman, mengatakan bahwa patut disayangkan karena Parpol hanya bisa menghadirkan wajah lama.

“Saya tidak akan masuk pada individu masing-masing pasangan calon, karena itu akan sangat subyektif. Namun paling tidak, dua pasangan calon inilah sebagai upaya maksimal partai politik masing-masing koalisi dengan menimbang kemampuan untuk menang atas kandidat mereka masing-masing. Yang patut disayangkan dalam proses ini adalah bahwa partai politik hanya bisa menghadirkan calon yang juga sama bertarung di Pilpres periode sebelumnya,” jelasnya, Sabtu (11/8).

Pria ini mengimbau agar Parpol berbenah untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.

“Padahal Parpol itu memproduksi kader yang memang dipersiapkan untuk duduk di kekuasaan baik legislatif maupun di eksekutif. Tapi itu tidak muncul. Meskipun Wapres masing-masing berganti. Itupun salah satu calon bukan dari Parpol meski tidak ada larangan. Namun sekali lagi bahwa Parpol sebaiknya bebenah diri untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa ke depan yang mampu membawa bangsa ini pada cita-cita pendirinya,” tambahnya.

Dirinya menyebut pragmatisme politik merupakan salah satu faktor sehingga regenerasi kepemimpinan tidak berjalan efektif di tubuh Parpol.

“Pragmatisme politik adalah satu penyebabnya. Kebijakan Parpol lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal ketimbamg mengusung misi partai. Di sini kelihatan bahwa idiologisasi Parpol sebenarnya sudah tidak ada. Bahkan tak lebih dari sekadar bus kota yang siapa saja bisa menumpang di atasnya yang penting ada kecukupan finansial dan juga kharismatik,” tutupnya. (*/yon)