Cuma Modal Cinta YL Garap Pacarnya, Akhirnya Berlanjut ke Pengadilan

17 views

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Bukannya menunggu hubungan mereka sah dipelaminan. Pasangan kekasih ini malah melakukan cinta terlarang (berhubungan intim di luar nikah). Saat menjalani persidangan kasusnya yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, pelaku yang diketahui berinisial SY (23) menjelaskan peristiwa yang telah dia lakukan terhadap kekasihnya, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya).

Dia mengaku, telah setubuhi kekasihnya yang masih di bawah umur. Itu dilakukan karena merasa yakin cinta mereka selamanya bersatu. Namun takdir berkata lain, dia justru menanggung akibat melalui jalur hukum di PN Tarakan, Selasa (27/3).

“Dalam persidangan terdakwa mengaku, sudah saling suka dengan korban. Makanya terdakwa merayu korban dengan mencium dan menjanjikan korban akan bertanggung jawab bila korban hamil,” kata Jaksa Penuntut Umum(JPU) Estining Ayu Pramushinta SH saat menjelaskan keterangan sidang tertutup yang digelar.

Meski mengakui perbuatan mereka didasari suka sama suka. Namun orang tua Mawar yang tidak disebutkan identitasnya itu merasa tak terima perlakuan SY terhadap putrinya. Sehingga melaporkan perbuatan SY kepada polisi.

“Mereka memang mengaku sama-sama mau. Tapi karena orang tua korban tidak terima, makanya terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apalagi korban juga masih di bawah umur,” ungkapnya.

JPU yang akrab disapa Ayu membeberkan, telah menuntut terdakwa sesuai dengan  Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 81 ayat 2.

“Saat tuntutan, saya telah menuntut terdakwa selama 10 tahun dengan pasal yang sesuai dengan perbuatannya karena telah mencabuli anak di bawah umur,” pungkasnya.

Dengan begitu, SY harus menerima kenyataan atas tuntutan yang diajukan JPU. Namun SY sedikit bernapas lega. Sebab, tuntutan yang diajukan JPU berbeda dengan putusan majelis hakim untuk menghukum SY lebih ringan.

“Kita memang menuntut terdakwa agar dihukum selama 10 tahun. Namun karena majelis hakim sendiri juga punya pertimbangan. Jadi, terdakwa hanya dihukum 8 tahun hukuman penjara saja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutupnya. (*/osa)