Debat Pertama Pilgub Sulsel, Ketum FMI : IYL-Cakka Buktikan Kelasnya

4 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Debat publik perdana untuk empat pasangan calon dan wakil gubernur Sulsel memang sudah selesai. Tapi perbincangan tentang siapa yang unggul, baik dari penguasaan materi maupun program yang disampaikan masih hangat jadi perbincangan.

Setelah lembaga survei Epicentrum memberikan analisis jika Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar lebih menonjol dibanding tiga pasangan lainnya, kini giliran sejumlah aktivis memberikan penilaiannya.

Aktivis yang tergabung dalam Fraksi Muda Indonesia (FMI) menilai, dari hasil paparan dan perfomance kandidat, Ichsan YL-Cakka unggul dibanding NA-ASS, Agus-TBL dan NH-Aziz.

Ketua Umum Fraksi Muda Indonesia (FMI), Nurhidayatullah B Cottong, menuturkan, dari pandangan edukasi politik, presentse 50 % adalah milik IYL-Cakka.Paparannya dinilai memberikan pendidikan politik kepada pemuda dan masyarakat secara umum.

“Dari edukasi politik, 50 % milik paslon nomor urut 4. Selebihnya kandidat lain” kata Hidayat sapaan akrabnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (29/03/2018).

Meskipun, lanjut dia, semua kandidat mampu memaparkan dan menjawab setiap pertanyaan dengan baik, namun IYL-Cakka punya pembeda tersendiri dalam hal lebih edukatif.

“Lebih edukatif. Mungkin karena backgroundnya adalah pakar hukum pendidikan. Selain itu pengalamannya menjabat bupati dua periode membuktikan kelasnya,” tambah Hidayat.

Lebih jauh, Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar lebih menonjol dalam penguasaan materi, menandakan bahwa pemimpin harus punya rencana, konsep yang detail dan rasional.

“Konsepnya detail dan rasional, ketika diberikan pertanyaan oleh moderator paslon nomor urut 4 memberikan pemaparan dengan tidak bertele-tele, intonasi yang tepat, poinnya jelas dan tepat waktu,” kata Hidayat.

Disamping itu, ia juga mengapresiasi sikap harmonis yang ditunjukkan masing-masing kandidat dengan tidak menggiring opini yang kemudian bisa menjadi kontroversi dikalangan publik.

“Debat seperti ini mendeskripsikan dan memberikan pendidikan politik pada masayarakat, terlebih lagi kepada mereka pemilih pemula,” tutupnya.(rls/fajar)