Dele Alli Menari, Tottenham Akhiri Kutukan di Stamford Bridge

95 views

FAJAR.CO.ID — Hasil mengejutkan terjadi dalam London Derby antara Chelsea kontra Tottenham Hotspur, Minggu (1/4) malam WIB. Bermain di Stamford Bridge, Chelsea takluk dari Tottenham 3-1.  Dele Alli menjadi bintang pertandingan dengan memborong dua gol.

Kemenangan ini menjadi sejarah bagi The Spurs – julukan Tottenham. Kemenangan atas The Blues, julukan Chelsea mengakhiri kutukan di Stamford Bridge di era Premier League. Perlu diketahui, sejak kompetisi kasta tertinggi di Inggris berganti nama menjadi Premier League mulai 1992-1993, Tottenham tak pernah menang di Stamford Bridge.

Namun, pada Minggu (1/4), kutukan itu berakhir. Setelah menunggu puluhan tahun, Tottenham akhirnya merasakan kemenangan di Stamford Bridge atas Chelsea di era Premier League. Kemenangan terakhir The Spurs atas Chelsea di Stamford Bridge terjadi pada 10 Februari 1990 silam saat belum bernama Premier League. Kala itu, Tottenham menang 2-1.

Dengan kemenangan itu, Tottenham kini kokoh di posisi keempat atau batas akhir zona Liga Champions. Tim asuhan Mauricio Pochettino itu mengoleksi 64 angka dari 31 laga. Sementara, Chelsea semakin sulit berada di empat besar lantaran baru mengemas 56 angka. Hebatnya, Tottenham kini mampu berada di atas dua tim elite London lainnya yakni Chelsea dan Arsenal.

Chelsea sendiri memulai laga cukup gemilang. Pada menit 30, tim asuhan Antonio Conte itu unggul lebih dahulu lewat sundulan Alvaro Morata usai memanfaatkan umpan dari Victor Moses.

Hanya saja, Chelsea gagal mempertahankan keunggulan hingga babak pertama berakhir. Beberapa saat sebelum babak pertama usai, Christian Eriksen mampu menyamakan kedudukan usai memanfaatkan assist dari Ben Davies.

Ternyata gol Eriksen memicu semangat juang Erik Lamela cs. Di babak kedua, Tottenham tampil lebih trengginas. Pada menit 62, Dale Alli membawa Tottenham unggul 2-1 usai mencetak gol ke gawang Willy Cabalero. Gol bermula dari umpan jauh Eric Dier. Gol tersebut cukup spektakuler lantaran Alli hanya melakukan sekali kontrol bola sebelum menjebol gawang Cabalero.

Hanya selang 4 menit, Alli kembali “menari”. Dalam sebuah serangan balik cepat, Heung-min Son mampu melepaskan tembakan. Namun, Cabalero masih bisa mengantisipasi. Hanya saja, bola muntah menjadi liar. Pertahanan Chelsea gagal menguasai bola dan dapat direbut Alli. Lewat dua sentuhan, Alli lantas membobol gawang Cabalero untuk kali kedua. Tottenham pun menjauh dengan keunggulan 3-1.

Usai tertinggal 1-3, Chelsea berusaha untuk mendapatkan gol kembali. Namun, segala upaya selalu gagal. Hingga laga berakhir, skor 3-1 untuk Tottenham tak berubah. The Spurs mengukir sejarah dengan meraih kemenangan pertama kali di Stamford Bridge pada era Premier League.

Alli lantas diberi predikat pahlawan. Dia pun bisa dibilang spesialis pembunuh Chelsea. Dalam 5 laga menghadapi Chelsea, Alli mampu mengemas 5 gol.

Chelsea 1-3 Tottenham Hotspur
(Morata 30 – Eriksen 45, Alli 62, 66)
SUSUNAN PEMAIN
Chelsea: 1-Willy Caballero, 2-Antonio Rudiger, 27-Andreas Christensen, 28-Azpilicueta, 3-Marcos Alonso (Emerson 84′), 4-Cesc Fàbregas, 7-N’Golo Kanté, 15-Victor Moses (Olivier Giroud 82′), 9-Morata (Hudson-Odoi 88′), 10-Eden Hazard, 22-Willian
Manajer: Antonio Conte

Tottenham Hotspur: 1-Hugo Lloris, 2-Kieran Trippier, 5-Jan Vertonghen, 6-Davinson Sánchez, 33-Ben Davies, 11-Èrik Lamela (Sissoko 88′), 15-Eric Dier (Wanyama 81′), 19-Mousa Dembélé, 20-Dele Alli, 23-Christian Eriksen, 7-Heung-min Son (Kane 74′)
Manajer: Mauricio Pochettino

(epr/JPC)