Demi Hindari Razia, Pasangan Kumpul Kebo Sampai Rela Panjat Plafon

15 views

FAJAR.CO.ID, KOTA — Di bulan puasa ini, masih saja ada pasangan kekasih yang berbuat tak senonoh. Hal itu seperti saat merazia kos-kosan di Desa Kutoharjo, Kota kemarin siang.

Di desa tersebut, ada kos yang digunakan untuk usaha Salon Cassandra, petugas berhasil membawa tiga pasang muda-mudi yang berada dalam masing-masing room. Bahkan seorang pasangan sempat berusaha menghindari petugas dengan memanjat plafon kamar mandi. Petugas sampai dibuat bingung. Sebab dari luar terdengar suara laki-laki, namun saat petugas masuk si laki-laki langsung menghilang.

Dari lima lokasi yang diincar untuk dilakukan razia. Petugas berhasil mengamankan empat pasang anak muda di dua lokasi serta dua perempuan yang tak memiliki identitas e-KTP. Yaitu di tempat kos yang juga salon di Desa Kutoharjo dan tempat kos di Desa Sarirejo.

Sekretaris Satpol PP, Imam Rifa’i menuturkan,  hal tersebut menjadi perhatian petugas. Sebab berulang kali razia, selalu ditemukan penyalahgunaan.

”Permasalahannya sama. Masih adanya budaya permisivisme di kalangan masyarakat. Yaitu semua serba bebas. Bahkan ada satu tempat kos yang sepertinya didesain untuk perbuatan yang bukan-bukan. Dari bentuk kamarnya saja sudah kelihatan,” papar Imam Rifa’i kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lanjut Imam Rifa’i, menurutnya itu ada unsur kesengajaan memang menyediakan tempat indehoi. Saat ditelusuri, bahkan ada satu kamar yang penuh dengan coretan seronok di temboknya.

Petugas juga menyita empat botol minuman keras yang diduga disediakan bagi penghuni kamar kos atau tamu salon. Aroma miras di kamar-kamar juga sangat kuat hingga menusuk hidung.

Bahkan, petugas juga menemukan sepeda motor pelat merah merah berada dalam kos di Desa Kutoharjo. Terindikasi sepeda motor itu milik aparat desa. ”Ini tentu sangat mencoreng, kami akan berkordinasi dengan BPKAD selaku pengelola aset. Karena ini ada unsur penyalahgunaan aset,” tandasnya.

Usai mengamankan muda-mudi tersebut, mereka kemudian dibawa ke kantor Satpol PP dan dilakukan pembinaan. Mereka baru bisa pulang setelah dijemput orang tua atau saudara masing-masing.

Personel satpol juga menyosialisasi ketertiban tempat kos. Diantaranya, pengurusan izin, pengurusan pajak, juga mengimbau pemilik tempat kos agar tak sembarangan menerima penyewa kamar kos. (ks/aua/him/top/JPR)