Diejek Sejak Kecil, Pak “Kentut” Berjuang Mengganti Nama di Pengadilan

22 views

Memang sekilas tak ada yang aneh pada sosok pria kelahiran Karanganyar, Jateng 30 tahun silam tersebut. Pria ini masih tampak bugar, normal dan sehat. Namun, ada yang unik dan terdengar aneh perihal nama aslinya, yakni “Kentut”.

=============
Oleh : INTAN PILIANG
=============

Beritacyber.com, SABTU (21/4) pagi, langit di “Kota Benteng” terlihat cerah. Kecerahan cuaca ini pun tak disia-siakan oleh seorang pria yang berprofesi sebagai pedagang mie ayam yang berlokasi di Jl. Pepabri Raya, Kunciran, Pinang, Tangerang, untuk mengais rezeki.

Rona ceria tampak terlihat di wajahnya saat JawaPos.com menyambangi depot (warung) mie ayam nya. Meskipun tengah sibuk melayani pembeli, dia tetap ramah ketika diajak berbincang.

Namanya belakangan ramai diperbincangkan di jagad maya dan seluruh masyarakat yang tinggal di lingkungan tempat tinggalnya. Ini karena dianggap sedikit aneh mengingat arti dari “kentut” itu sendiri.

Atas berbagai cemohan yang diterima, dia pun terpaksa mencoba mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi dengan mengajukan permohonan ke PN Tangerang.

Rencananya jika tak ada aral merintang, Senin (23/4) pekan depan, hakim akan memutuskan apakah pengajuan pergantian namanya akan dikabulkan, atau justru ditolak. Sidang awal sendiri sudah terlaksana pada Senin (16/4) kemarin.

Dalam mengurus penggantian namanya, dia mengaku dirinya harus rela meluangkan waktu sekitar satu bulan. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk dapat memperoleh nama yang layak bagi dirinya.

“Pertama minta surat ke RT/RW langsung konsultasi ke pengadilan persyaratannya apa aja, bagian administrasi diperlengkap apa saja?. Kemudian pendaftaran, pengadilan terus memanggil, pas Senin (16/4) kemarin sidang,” tuturnya saat berbincang dengan JawaPos.com.

Kentut menuturkan, alasannya, berniat ingin menganti namanya, karena dirinya merasa malu karena kerap diejek sejak kecil. Selain itu, dia juga tak ingin jika nanti anaknya dewasa, takut timbul masalah yang tidak diinginkannya.

Terkait nama yang disematkan orang tuanya dari kecil itu, Kentut menuturkan jika hal ini sebenarnya tak terlalu dirisaukannya. Hal ini karena sejumlah murid yang mengaji dengannya sudah mengenal namanya dengan nama Ihsan Hadi, yang artinya petunjuk yang bagus. Namun, karena anaknya malu karena kerap diejek oleh teman-temannya perihal namanya yang aneh, dia pun tak tega membiarkan anaknya terus bermuram durja.

“Anak di sini sekolah di sini, yang 8 tahun kelas 2 Muhammad Firdamullah Al Firdaus, dan 7 tahun kelas 1 Brian Koes Al Asraf, dan yang perempuan 1,5 tahun Linta Zuhyin Khasanah,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai guru mengaji tersebut.

Perihal kekecewaan anaknya tersebut, awalnya anak sulungnya, Firdamullah tanpa sengaja melihat KTP nya yang tertulis nama Kentut. Sontak sang anak pun terkejut dan langsung bertanya kepada sang ayah mengapa namanya demikian.

“Waktu itu anak yang kelas 2 SD (Firdamullah), lagi bersih-bersih rumah menemukan KTP saya. Dia lihat, ini nama bapak ini? Kok namanya gitu,” paparnya memelas.

Karena tak enak hati dan dan tak tega melihat kesedihan anaknya, Kentut pun berjanji akan segera mengganti namanya.

“Iya. Ini mau segera diganti,” tuturnya menirukan perkataan kepada anaknya kala itu.

Sebenarnya menurutnya, sejak usia enam tahun dirinya memang berniat mengganti nama yang diberikan orang tuanya. Ini karena namanya dinilai aneh dan hanya akan menjadi ejekan orang banyak. Namun, karena orang tua tidak mengetahui arti perihal nama yang diberikan kepadanya, dia pun batal mengganti namanya.

“Orang tua kan dulu petani di kampung, jadi pergaulan dari pengetahuan juga kurang, mungkin belum tau (arti nama kentut),” tuturnya.

Sementara itu, karena tak jadi ganti nama, maka sejak itu dia tetap mendaftarkan kelengkapan administrasi apapun atas nama Kentut.

“Iya kan udah masuk KK (Kartu Keluarga), terus keterbatasan orang tua karena tinggal di kampung, jadi nggak paham urus-urus gitu. Semenjak di Jakarta baru paham bisa ganti nama,” urainya.

Ternyata, hal itu justru berbuah derita baginya. Semasa sekolah dulu, namanya yang aneh kerap jadi bahan ejekan teman-temannya. Tak kuat menanggung derita, dia pun memutuskan mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi saat berkenalan, kendati di KTP dan KK masih jelas tertulis ‘Kentut’.

Kentut menuturkan, pemberian nama aneh yang dilakukan orang tuanya, sebelumnya juga sempat akan dilakukan orang tuanya lagi sekitar 12 tahun silam. Kata Kentut, kala usianya 16 tahun, ayahnya berniat memberi nama aneh kepada adiknya.

Karena takut nantinya mengalami perundungan seperti dirinya, Kentut pun langsung memprotesnya. Lalu Kentut sendiri langsung memberikan nama untuk adiknya tersebut, yakni Abdul Ihsan Romadona.

Kini, setelah sekian lama menyandang nama yang aneh, saat merantau ke Jakarta, dirinya berhasil menemukan jalan untuk mengganti namanya. Ini berkat seorang tetangganya yang berprofesi sebagai guru mengaji seperti dirinya.

Ini dilakukan dirinya, karena dia tidak ingin anaknya menerima perlakuan tidak mengenakan dari temannya. Apalagi saat salah satu anaknya mengetahui nama aslinya ‘Kentut’.

Kini, setelah dirinya berupaya mengajukan permohonan pengantian namanya ke pengadilan, dia pun berharap majelis hakim bisa mengabulkan permohonannya, agar dirinya makin sukses dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Nantinya, setelah diizinkan untuk bisa mengganti namanya, maka dirinya akan mengurus ke Disdukcapil dan ke KUA untuk mengganti Akte kelahiran, KTP, buku nikah dan surat-surat lainnya.

Sementara itu, atas perjuangan yang sedang dilakukan suaminya, istri Kentut, Sri Wahyuni mendukungnya. Ini karena menurutnya, demi kebaikan anak-anaknya. Selain itu, perempuan kelahiran Solo, Jateng 31 tahun yang silam tersebut juga lebih suka suaminya dipanggil Ihsan dibanding Kentut.

“Kasian anak-anak apalagi ada yang perempuan juga nggak enak, malu masa namanya itu,” ungkapnya dengan ramah, saat berbincang dengan JawaPos.com di kediamannya, Jl. Nyiur, Kunciran, Pinang, Tangerang.

Sri menambahkan, meskipun mengaku dirinya mendukung perjuangan sang suami mengajukan pergantian namanya ke pengadilan, namun dia menyatakan tidak bisa menemani suaminya saat sidang putusan nanti. Ini karena dia harus mengurus ketiga anaknya. Suaminya katanya akan didampingi oleh saudara dan teman guru mengajinya.

“Enggak (ikut sidang putusan), tapi kan (suami) ditemani sama temannya di sini, guru ngaji, sama saudara,” pungkasnya. (ipp/JPC)