Digigit Anjing Peliharaan, Wanita Ini Kehilangan Hidung Seumur Hidupnya

12 views

FAJAR.CO.ID – Ini adalah kasus seorang wanita yang mencintai anjing  peliharaannya, Namun satu peristiwa yang tidak menyenangkan mengubah hidupnya seumur hidup. Lompatan ramah dari anjingnya yang membenturkan ke  wajah dan hidungnya meninggalkannya sebuah kondisi langka, di mana hidungnya harus diangkat sepenuhnya dan diganti dengan yang prostetik atau hidung palsu.

Jayne Hardman menjelaskan hidupnya bagaimana menjalani kehidupannya dengan sebuah hidung palsu. Ia mengungkapkan tentang perjuangan kehilangan indera penciuman selama 2 tahun, dan ini bukan satu-satunya perjuangan yang ia miliki.

Hal ini berawal ketika Jayne Hardman bermain dengan anjing peliharaannya, ia secara tidak sengaja menabrak hidungnya dan mengabaikan rasa sakitnya yang sangat merugikannya, karena ia rentan terhadap penyakit auto-imun yang langka bernama “Wegener’s granulomatosis.”

Awalnya Jayne Hardman tidak memeperdulikan rasa sakit yang ia rasakan, akan tapi ketika ia menyadari bahwa hidungnya membengkak dan kondisinya memburuk selama 6 bulan ke depan, ia segera mendapat dokter ahli hidung untuk memeriksanya.

Melihat kondisi  Jayne  yang semakin memburuk, para dokter tidak punya pilihan selain hidungnya dihapus setelah dia didiagnosis dengan “Wegener’s granulomatosis” penyakit, yang bisa berubah mematikan jika tidak diobati tepat waktu.

Kehidupan Jayne saat ini menggunakan hidung prostetik yang ia keluarkan setiap malam sebelum tidur, dan menutupi lubang hidung dengan meletakkan plester di atasnya. Ia mengukus lubang dan membilasnya setiap hari, karena masih menghasilkan lendir seperti hidung pada umumnya.

Meskipun hidupnya  menderita dengan  kondisinya pada saat  ini, Jayne tidak membiarkan rasa humornya mati. Ia rupanya berbagi detail dari situasi di mana hidungnya jatuh ketika dia bersin sangat keras satu kali didepan umum dan ia pun tidak merasa malu.

Dengan semua kesulitan dan sesi kemoterapi yang dilalui Jayne, dia mengklaim bahwa dia sangat mencintai hidung prostetiknya sehingga dia lebih suka hidung aslinya, yang ‘cukup besar’.(fat/fajar)