Digugat Cerai Sang Istri, Lelaki Ini Gantung Diri, Begini Akhirnya

17 views

FAJAR.CO.ID, DENPASAR – Lantaran disebut berselingkuh, lalu digugat cerai, I Gusti Ngurah Ambara, 42, nekat gantung diri, Minggu (12/8). Dia melakukan aksinya dengan menggunakan kain selendang warna hijau di rangka atap kamar mandi rumahnya, Jalan Tukad Yeh Penet gang IV nomor 2 Renon, Denpasar.

Korban ditemukan oleh orang tuanya I Gusti Bagus Ngurah, 80, pukul 06.00 wita dengan memakai baju kaus warna hitam dengan garis merah dan memakai celana pendek yang berwarna hijau.

Saksi menyampaikan bahwa saat itu berniat kencing sehingga menuju kamar mandi. Pintu dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci. Setelah mendorong pintu, saksi kaget lantaran anaknya dalam kondisi menggantung di rangka atap kamar mandi.

“Sempat dicek namun korban sudah tidak bernafas dan diduga meninggal dan dibiarkan tergantung,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya kemarin.

Lantaran berada di rumah sendirian saat itu, saksi kesulitan menurunkan korban. Sehingga dibiarkan sembari menunggu saudaranya datang. Sementara itu paman korban I Gusti Ngurah Oka Ariawan, 70, yang tinggal di Sanur kemudian mendatangi rumah korban usai diberitahu oleh menantunya.

Sesampainya di TKP kondisi korban pun juga tetap tergantung. Merasa kasihan, akhirnya korban diturunkan oleh saksi dibantu dengan orang tuanya dengan memotong selendang yang digunakan oleh korban. Kemudian merebahkan tubuh korban di atas tempat tidurnya.

Dari keterangan anaknya I Gusti Ayu Indrayani, 18, bahwa memang kedua orang tuanya sementara sedang mengurus perceraian di Pengadilan. Proses perceraian itu karena korban diduga berselingkuh dengan wanita lain. Karena tidak tahan ibunya mengajukan gugatan perceraian.

Selama pengurusan perceraian tersebut ibunya memang sudah pisah ranjang. Dan saksi sendiri selama ini tinggal bersama ibunya di Mambal.

“Korban dengan istrinya sementara sedang mengurus percerian. Diduga dilatarbelakangi masalah cemburu, dimana selama ini korban bekerja di Kapal Pesiar. Namun saat persidangan sedang berjalan dari pihak korban tidak pernah menghadiri sidang,” jelasnya.

Sedangkan istri korban Gusti Ayu Made Yasa Giri, 43, baru mendatangi lokasi setelah ditelepon anaknya. Saat itu Gusti Ayu tengah bekerja di Orime Plaza Sanur. Pihaknya pun mengakui bahwa antara saksi dan korban sedang mengurus perceraian di Pengadilan sejak Desember 2017 lalu. Dengan alasan pihaknya mendapati korban berselingkuh dengan wanita lain.

Sementara itu, peristiwa bunuh diri itu sendiri diteruskan ke pihak kepolisian oleh keluarga korban. Baru pukul 09.00, petugas identifikasi Polresta Denpasar tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP.

“Dari hasil olah TKP korban diketahui meninggal dunia murni gantung diri. Dengan kondisi lidah menjulur dan kemaluan mengeluarkan air mani,” jelasnya.

Dua puluh menit kemudian jenazah korban diantar ke RSU Sanglah menggunakan mobil ambulance jenasah dari BPBD Kota Denpasar. (bx/afi/yes/JPR/JPC)