DPR Yakin Pemerintah Gresik Bisa Daftar Lahan Pertanian ke Unesco

6 views

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Komitmen Pemerintah dalam rangka melindungi lahan pertanian dengan program
“Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan” sangat sejalan dengan usulan DPR dalam upaya menekan alih fungsi lahan.

“Tentu ini sangat positif, karena pemerintah sejak awal juga berkomitmen menekan alih fungsi lahan. Program ini semakin jelas, mana lahan pertanian yang tidak boleh beralih fungsi,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga saat Press Gatering Koordinatoriat wartawan Parlemen bersama pimpinan DPR di Surabaya, Jumat malam (13/7).

Dikatakan politisi Partai PAN ini, sudah lama Pemerintah merancang lahan pertanian pangan berkelanjutan, atau istilah lainnya lahan pertanian abadi seperti yang sudah dilakukan di Bali.Sebab, selama ini lahan pertanian sangat terancam dengan perkembangan akomodasi wisata yang kian meningkat.

“Jadi saya sudah terjun langsung ke Kabupaten Tabanan di Bali, dimana mereka sudah membuat lahan pertanian abadi dan telah resmi didaftarkan ke Unesco. Jadi peraturan Unesco itu tidak boleh ada alih fungsi lahan ke fungsi lain. Intinya hanya untuk pertanian,” ucapnya.

Dirinya juga meyakini, jika Pemerintah Kabupaten Gresik bisa melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Tabanan di Bali. “Jadi kalau Gresik saya melihat peluangnya sangat besar. Pak Bupati bisa membuatnya. Dan kalau berani mendaftarkan ke Unesco, ini akan menjadi rekor yang pertama kalinya ada di jawa,” yakinnya.

Lanjut dia, jika ada lahan produktif yang bisa dijadikan lahan pertanian abadi di Gresik kenapa tidak. “Ini kan demi kesejahteraan masyarakat juga,” tandasnya.

Selain itu juga kata Yoga, Gresik juga memiliki potensi lain yakni dari sektor kelautan. “Untuk kelautan, sesuai dengan UU pangan, ikan itu sudah masuk sebagai sumber pangan sekarang. Jadi potensi Gresik luar biasa untuk pengembangan ikan. Jadi mumpung ada pak Syarif dari Kementerian ya tolong dibantu mulai dari proses pembinaan, penyuluhan bahkan peralatan. Dan ingat pak, ini harus ada program khusus yang diperuntukkan bagi para nelayan di Perkampungan nelayan itu sendiri,” tutupnya. (Aiy/Fajar)