Dua Kapolres dan Dandim Buton Diganjar Penghargaan, AKBP Daniel: Saya Cinta Kota Ini

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Upaya aparat kepolisian dan Kodim 1413 Buton dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Baubau mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Baubau. Tak ayal, Pj Wali Kota Baubau, Hado Hasina pun memberikan ganjaran berupa penghargaan kepada Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, Kapolres Buton, AKBP Andy Herman dan Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Davi Darma Putra.

Penghargaan tersebut diberikan Hado Hasina dalam rangkaian kegiatan istighosah di Baruga Keraton Buton, Rabu (4/4). Penghargaan tersebut diberikan atas apresiasi Pemkot Baubau kepada aparat keamanan yang berhasil meredam konflik warga yang terjadi beberapa hari yang lalu.

“Penghargaan ini adalah bentuk ucapan terima kasih masyarakat dan pemerintah kota baubau kepada kepolisian dan TNI yang telah menjaga keamanan kota ini tetap kondusif,“ ujar Hado Hasina.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam usai menerima penghargaan justru mengatakan masyarakat Kota Baubau lah yang lebih pantas untuk menerima pengharaan itu. Alasannya, terciptanya keamanan di Kota Baubau adalah dengan adanya dukungan dari masyarakat terhadap TNI/Polri.

“Sebenarnya yang pantas menerima pengharaan ini adalah masyarakat Kota Baubau. Ini adalah upaya kita semua dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat di kota ini yang telah memberi kontribusi untuk menjaga keamanan,” pungkasnya.

Dikatakan, walaupun dirinya bukan orang pribumi, namun rasa cintanya kepada Kota Baubau sangatlah besar. Terlebih rasa cintanya kepada masyarakat yang masih percaya dengan adanya TNI/Polri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Saya adalah pendatang di kota ini, tapi saya cinta kota ini. Saya tidak punya saudara di kota ini tapi seluruh masyarakat di kota ini adalah saudara saya semua. Olehnya itu mari kita jaga dan rawat kota ini,” pintanya.

Ungkapan senada juga diucapkan Dandim 1413 Buton, Letkol Inf. Davi Darma Putra. Selama bertugas di beberapa daerah konflik, pengalaman seperti itu merupakan pengalaman yang paling tidak menyenangkan. Apalagi jika harus dipaksakan untuk berhadapan dengan masyarakat.

Dalam kesempatan itu pula, Dandim menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi hoax yang dapat menimbulkan konflik yang disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Mari kita jaga kota ini, jangan mudah percaya dengan berita hoax, dan semoga tidak ada profokator. Intinya kita jaga, jaga, jaga, dan kita jalin persatuan dan kesatuan di kota yang kita cintai ini,” tegasnya. (fajar)