Dua Kelompok Pencuri Rumah Dibekuk, Mereka Saling Kenal tapi Beda Target

18 views

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Rumah bangsal kayu di Jalan Wahid Hasyim II, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara itu sudah dipantau petugas. Di rumah itu ada RD (43) dan AN (28). Keduanya adalah pelaku pencurian spesialis rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya. Aksinya selalu dilakukan pagi hari setelah target yang disasar dipantau.

Kemarin (23/3), polisi membeberkan ke awak media terkait aksi RD dan rekannya yang dilakukan di Kota Tepian. Dijelaskan Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna, penangkapan RD tidak ada kaitannya dengan pengungkapan sebelumnya yang sempat viral di media sosial setelah direkam salah satu warga dari dalam rumah.

“Mereka beda kelompok, tapi saling kenal,” sebut Ervin. Penangkapan RD dan AN berkat penelusuran tim gabungan dari Polsekta Samarinda Utara dan Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda serta Polda Kaltim. Setelah mendengar nama RD bebas sejak awal Februari, kediamannya pun langsung dicari.

Dugaan polisi tak salah. Rupanya, pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu kembali melancarkan aksinya sebagai pencuri. “Karena semua daftar tahanan dan residivis kami simpan, jadi jangan main-main,” tegas perwira melati satu tersebut.

Setelah diringkus Kamis (22/3) dini hari, RD menjelaskan kepada polisi, sudah 11 rumah yang mereka bobol. “Padahal, dia (RD) baru keluar awal Februari, dan baru jalan sebulan, tapi sudah 11 rumah. Itu masih pengakuan sementara, bisa saja bertambah,” sambung Ervin.

Kepada Kaltim Post, RD mengaku, dia hanya bertugas sebagai pengawas di luar rumah. “Kadang hasilnya bagi-bagi, tapi tidak banyak,” akunya. Dia berkilah, tak mengetahui bagaimana rekannya yang lain beraksi. Namun, dari informasi yang diperoleh media ini, tak jarang mereka merusak pintu menggunakan linggis dan obeng. Padahal, dia sudah pernah merasakan timah panas bersarang di kaki kanannya, dan harus menjalani masa tahanan 16 bulan di pemasyarakatan. “Maunya berhenti, Pak. Tapi, tidak ada kerjaan lain lagi,” ungkapnya.

Barang bukti yang disita dari tangan keduanya, yakni Yamaha Mio KT 6836 WJ yang digunakan untuk berbuat kejahatan, empat handphone, cincin emas, serta jam tangan mewah. Ditegaskan Ervin, masih ada rekan RD yang lain yang belum tertangkap dan masih pengejaran anggota gabungan. “Semuanya kita tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) polisi,” pungkasnya. (*/dra/iza/k11)