Dua Petinggi Bank Mandiri Bandung “Diam-diam” Ditetapkan Tersangka

5 views

FAJAR.CO.ID — Diam-diam penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung ternyata telah menetapkan dua petinggi Bank Mandiri CBC Bandung sebagai tersangka kasus dugaan pembobolan bank sekitar Rp1,5 triliun oleh PT Tirta Amarta Bottling (TAB) Company.

Dua petinggi Bank Mandiri itu yakni berinisial TS dan PPW yang diduga sebagai pemutus pengajuan kredit.

Penetapan tersangka ini terungkap setelah Jaksa Agung, HM Prasetyo, menjawab pertanyaan awak media masa soal perkembangan perkara ini yang terkesan ditutupi.

“Untuk pemutus Bank Mandiri di Cabang Bandung sudah (jadi tersangka), kalau engga salah ada dua orang,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Dia menjelaskan, dengan sudah ditetapkan tersangka dari unsur pengusul dan pemutus pengajuan kredit yang berakhir merugikan negara Rp 1,5 triliun, maka seluruh unsur yang terlibat sudah proses hukum oleh tim penyidik
Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

“Jadi tersangkanya ada pengusulnya ada pemutus kreditnya,” jelasnya.

Namun hingga kini dua tesangka baru berinisial TS dan PPW belum diketahui jabatan strukturalnya di Bank Mandiri CBC Bandung. Keduanya hingga kini belum dilakukan penahanan oleh penyidik

Sebelumnya tiga pengurus Bank Mandiri CBC Bandung sudah menjadi tersangka. Mereka adalah Commercial Banking Manager Surya Baruna Semenguk, Relationship Manager Frans Eduard Zandra, dan Senior Credit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo.

Sementara, dari unsur swasta, yakni PT TAB adalah Rony Tedy dan Juventius sebagai Head Accounting PT TAB. Kelimanya sudah ditahan.

Kasus pembobolan Bank Mandiri oleh PT TAB, 2015 agak mencengankan karena hanya dengan jaminan kredit sebesar Rp 73 miliar, tapi mendapat kucuran kredit sampai Rp 1,5 triliun

Kejagung juga pernah menangani kasus korupsi yang terjadi di Bank Mabdiri pada tahun 2000-an.

Pada saat ini Kejagung menetapkan Dirut Bank Mandiri Alm. ECW Neloe, wakilnya I Wayan Pugeg dan Direksi Moh. Sholeh Tasripan sebagai tersangka kasus pembobolan oleh PT Cipta Graha Nusantara (CGN). (jon/FIN)