Eksepsi Penggugat Soal Sengketa Tanah Jalan Pramuka Disanggah Tergugat II

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang sengketa tanah di Jalan Pramuka, Rawasari, Jakarta Pusat antara penggugat H.M Alwi Hamu dengan puluhan tergugat masuk babak jawaban. Sidang yang berlangsung di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada, Rabu (16/5) itu berlangsung singkat.

Saat Hakim Ketua Albert yang didampingi dua Anggota Hakim lainya membuka sidang dan mempersilahkan para tergugat memberikan sanggahan atas eksepsi yang disampaikan oleh tim kuasa hukum penggugat pada dua pekan kemarin. Dalam sesi membacakan sanggahan, hanya tergugat dua yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Mansur memberikan bantahan atas eksepsi penggugat.

Menurut Mansur, eksepsi yang disampaikan dan dibacakan oleh penggugat tidak benar dan salah. Untuk itu, Mansur menyarankan agar pihak penggugat membuktikan dokumen-dokumen asli. Bahkan, Mansur menegaskan dirinya siap membuktikan pihak mana yang melakukan pembohongan atas masalah sengketa tanah di Jalan Pramuka itu.

“Tunggu dari penggugat aja pas pembuktian. Ntar dilihat buktinya, siapa yang bohong dan tidak. Kalau disampaikan sekarang terlalu dini,” kata Mansur usai menghadiri Sidang.

Selain kuasa hukum tergugat II, pihak ahli waris lainnya Thomas Agueno memberikan interfensi kepada pimpinan sidang atas status tanah di Jalan Pramuka tersebut. Thomas yang mewakili ahli waris dari nyonya Ronald Ginting itu memberikan draf interfensi kepada kuasa hukum penggugat dan para tergugat.

“Silahkan bagikan draf interfensi ke semua pihak,” kata Hakim Ketua kepada kuasa hukum ahli waris.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat Nelson Daniel Boling mengatakan, penggugat akan menjawab semua sanggahan yang disampaikan oleh tergugat II. Selain menjawab sanggahan tergugat II, Nelson Boling juga akan menjawab interfensi yang disampaikan oleh ahli waris.

“Kami akan menjawab semuanya pada, Rabu (23/5) mendatang. Jadi minggu depan itu agendanya jawaban dari penggugat atas interfensi dan sanggahan tergugat II,” ujar Nelson.

Lanjut Nelson, sanggahan yang disampaikan oleh kuasa hukum tergugat II sangat tidak nyambung, karena dia bukanlah ahli waris. Tergugat II adalah pihak adalah penyidik yang juga menempatkan pasukan untuk dilakukan penggusur.

“Dia bukan pihak ahli waris, kita akan tanya untuk membuktikan surat tanah, draf tanah, dari tergugat II. Dia bukan pemilik, dia hanya penyidik, dialah yang menempatkan pasukan untuk menggusur,” jelas Nelson.

Diketahui, sidang sengketa tanah di Jalan Pramuka, Rawasari, Jakarta Pusat ini menyeret 35 pihak sebagai tergugat. Tim kuasa hukum H.M Alwi Hamu sebagai penggugat akan membuktikan masalah tersebut disidang berikutnya. (Aiy/Fajar)

Author: 
    author