Ekspor Pertanian Melonjak, disaat sektor lain lesu

35 views

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian yang berhasil mendongkrak nilai ekspor komoditas pertanian hingga April tahun 2018. Hasil itu menunjukkan bahwa Kementerian Pertanian telah ‘on the track’ dalam kinerjanya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (17/5), angka kenaikan nilai ekspor komoditas pertanian mencapai 298,5 juta USD atau tumbuh 6,11 persen (month to month) dan 7,38 persen (year on year).

Menanggapi itu, anggota Komisi IV DPR Rahmat N Hamka mengatakan, capaian hasil dari Kementerian Pertanian itu menandakan saat ini Indonesia mulai sudah kembali lagi ke landasannya sebagai negara agraris.

“Indonesia potensial dengan perkebunan, holtikultura dan tanaman hutan lainnya. Sektor agraris merupakan potensi dasar yang cukup besar,” ujar Rahmat.

Rahmat merasa optimis jika ke depan semakin banyak sektor agraris lain yang diseriusi, maka angka ekspor komoditas pertanian Indonesia bakal semakin melonjak. Kendati begitu, untuk saat ini Rahmat menilai Kementerian Pertanian telah bekerja secara tepat.

“Sejauh ini Kementerian Pertanian sudah fokus untuk mengklaster, mengklasifikasi, wilayah mana saja, hasil pertanian apa yang potensial untuk didorong maksimal. Saya melihat sudah ketemu polanya,” kata Rahmat.

Dengan data yang menunjukkan hasil peningkatan ekspor, Rahmat berpendapat, komoditas pertanian dapat berkontribusi penting untuk dukungan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Kontribusi untuk perekonomian bisa menjadi tumpuan dasar. Sebab pertanian ini kan sifatnya merata, bukan golongan tertentu saja. Artinya semua kalangan masyarakat bisa mengelola. Itu kan dahsyat,” ucap Rahmat.

Rahmat berharap, sektor pertanian Indonesia semakin menanjak secara daya saing global. Caranya, kata Rahmat, dengan fokus kepada produktivitas benih melalui penajaman riset.

Menurut Rahmat, masa depan negara-negara di kancah internasional nantinya diperkirakan mengalami krisis pangan. Oleh sebab itu menjadi peluang untuk Indonesia menjadi lebih dahsyat nilai ekspornya. Caranya melalui pendalaman riset produktivitas benih,” tutur Rahmat.

Merujuk pada data BPS, komoditas pertanian yang meningkat month to month adalah jagung dan biji kakao. Sedangkan komoditas pertanian yang melonjak year on year yaitu sarang burung dan getah karet.*