Fredrich Yunadi Sebut Tuntutan Jaksa Terhadap Setya Novanto Ngawur

9 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menilai tuntutan jaksa KPK terhadap mantan kliennya ngawur dan tidak berlandaskan hukum. Hal itu dikatakan Fredrich, usai menjalani sidang lanjutan perkara yang melilitnya, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

“Menurut saya enggak ada landasan hukumnya, ngawur. Saya satu sel sama dia,” ungkap Fredrich Yunadi.

Dia pun meyakini, tidak ada saksi yang menyebut bahwa mantan kliennya terlibat dalam kucuran dana proyek e-KTP.

“Yang terjadi tidak ada satu pun saksi yang tahu dia menerima uang. Bahkan dia dengan itikad baik, bilang keponakannya yang memberikan uang Rp 5 miliar untuk Rapimnas Golkar. tapi langsung dibalikin,” tuturnya.

Dia pun bercerita, alas an Novanto mengganti uang tersebut lantaran dirinya terlalu pasrah. “Kalau emang saya (SN) dikira gitu ya saya (SN) ganti,” pungkasnya.

Sebelumnya, hari ini (29/3) Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan kurungan penjara selama 16 tahun penjara dengan denda senilai 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam tuntutan, saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar, Novanto diduga memperkaya diri dari proyek e-KTP. Mantan Ketua DPR RI itu diduga turut andil dalam merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari jumlah anggaran sebesar Rp 5,9 triliun untuk pengadaan KTP berbasis elektronik.

Dia diduga menerima aliran dana dari proyek KTP-el sebesar USD 7,3 juta melalui Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi yang merupakan keponakannya. Selain itu, Novanto juga dinilai terbukti menerima jam mewah merek Richard Mille seharga Rp 1,3 miliar. (Fajar/JPC)