Gerindra: Nuruzzaman Cari Sensasi, Sudah Deal Pindah ke Partai Lain

20 views

Opini Bangsa – Politikus Gerindra Mohammad Nuruzzaman resmi mundur dari keanggotaan partai yang dibelanya selama ini. Nuruzzaman menyebut salah satu alasan utamanya mundur adalah kicauan Waketum Gerindra Fadli Zon yang menurutnya telah menyinggung KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Namun, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menuding balik bahwa surat terbuka Nuruzzaman itu hanya cari sensasi. Bahkan, apa yang dilakukan Nuruzzaman itu by design karena telah ditawari pindah ke partai lain.
“Cari sensasi saja. Bahwa Nuruzzaman itu melakukan surat terbuka itu karena sudah ditawari partai tertentu untuk pindah, jadi suratnya yang pernyataan ke Bang Fadli itu itu memang mencari momentum untuk pindah ke salah satu partai. Dia (Nuruzzaman) sudah deal dengan partai tertentu, informasinya pencalegan beliau nanti itu akan di-support oleh partai tertentu tempat beliau bergabung itu,” ujar Andre kepada kumparan, Rabu (13/6).
Selain itu, apa yang disampaikan Nuruzzaman juga tidak benar, sebaliknya bahasa yang dipakai oleh Nuruzzaman memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa yang kerap disampaikan pendukung Ahok atau Ahoker.
Dalam surat terbukanya, Nuruzzaman mengkritik Gerindra yang telah beralih dari partai yang berkiblat pada perubahan menjadi partai yang memanfaatkan isu agama untuk kepentingan politik.
“Kan sebenarnya arah dia bergabung dengan partai itu sudah jelas sebenarnya, bahasa-bahasa itu kan kita tahu ada yang selalu memakai bahasa itu, menuduh Gerindra memakai isu SARA,” ucapnya.
Andre mengklarifikasi, Fadli Zon sebenarnya tak menyerang Gus Yahya, hanya saja sikap Gus Yahya yang memilih hadir di forum American Jewish Community (AJC) sangat bertolak belakang dengan kebijakan negara yang mendukung kemerdekaan Palestina.
“Soal isu Bang Fadli menyerang kiai Yahya, enggak ada Bang Fadli menyerang kiai. Kebijakan Pak Yahya itu sebagai pejabat negara anggota Watimpres yang berbeda dengan kebijakan negara kita yang mendukung kemerdekaan Palestina, kan tidak bisa seorang pejabat memisahkan diri, eh saya sebagai pribadi lho, bukan sebagai pejabat negara,” kata dia.
“Apalagi Watimpres itu hak protokolernya setara dengan menteri lho. Jadi intinya pernyataan Nuruzzaman cari sensasi untuk pindah partai,” pungkasnya. [opini-bangsa.com / kumparan]