Hapus Politik Transaksional, Sistem Parpol Perlu Diperbaiki

6 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kajian Sulsel menggelar diskusi publik dengan tema “Mahar Politik, Politik Uang dan Kebijakan Publik” di Warkop Dottoro, Jalan Boulevard, Makassar, Senin (5/11).

Hadir sebagai pembicara, Pengamat Politik Unismuh Makassar, Arqam Azikin, Wakil Ketua Perindo Sulsel, Asratillah dan Caleg DPR RI Dapil Sulsel 1, Abdul Razak Wawo. Seluruh pembicara bersepakat politik transaksional seperti mahar politik dan politik uang perlu diberantas di Pileg 2019.

Asratillah melihat politik uang dalam kontes politik Indonesia kerap terjadi, karena sedari awal kaderisasi di tingkat partai masih belum optimal.Rapuhnya kaderisasi di tingkat partai membuat caleg rawan melakukan politik uang. Karena tak ada yang tahu platform berpikir caleg bersangkutan. Karena sejak mula tidak melalui kaderisasi yang berkualitas.

“Makanya harus ada komitmen bersama bagi para parpol. Jadikan ajang kampanye politik sebagai pendidikan politik massa,” ujarnya.

Mahar politik juga menjadi ancaman mengkhawatirkan di pentas politik Indonesia. Arqam Azikin mengatakan, perlu adanya penataan sistem politik dalam parpol. Karena mahar politik yang kerap terjadi di tubuh parpol berkaitan sistem politik yang tidak baik.

“Mahar politik mesti dipangkas dalam Pileg. Kita mengkhwatirkan desain politik tidak baik terus menerus. Kalau partai bersepakat tidak menerima mahar politik itu yang ditunggu sebenarnya komitmen seperti itu,” ujarnya.

Adapun Abdul Razak Wawo mengatakan, mahar politik menandakan kemunduran yang luar biasa dalam sistem politik Indonesia.

“Mahar merusak sistem perpolitikan kita. Karena nalar pendidikan internal poltik dilanggar,” ujarnya. (muhajir/upeks)