Hari Ini, 700 Peserta Ramaikan Festival Forum KTI

16 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ratusan peserta akan mengikuti Festival Forum (F2) Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang kembali diadakan pada 24-25 Oktober ini.

Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Muhammad Yusran Laitupa mengatakan, Festival Forum Kawasan Timur Indonesia tahun ini merupakan pertemuan kedelapan dan akan hadir dalam format festival dengan pendekatan kreatif untuk mendorong terjadinya interaksi yang lebih baik antar pelaku pembangunan.

“Jadi Festival nanti ini akan menjadi rangkaian kegiatan yang akan mencakup presentasi praktik cerdas serta curah ide dan pengalaman kreatif para pelaku pembangunan. Dengan mengangkat lima inisiatif lokal yang dinilai mengangkat unsur-unsur mendasar yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya di kantornya di jalan Mappayukki no 32 Makassar, Senin (22/10).

Lanjutnya bahwa kelima inisiatif lokal yang akan dihadirkan dalam festival tersebut adalah bentuk kegiatan Praktik Cerdas yang berasal dari Kalaodi – Tidore, Mollo Utara, Manado, Makassar, Papua dan Papua Barat serta mengajak seluruh peserta untuk merayakan kemajuan dari upaya-upaya yang telah dilakukan, bertukar solusi, bertukar informasi, dan memperluas jaringan untuk dapat meningkatkan capaian dan mengembangkan inovasi.

Perhelatan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia akan diadakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada 24 – 25 Oktober 2018 dan diagendakan dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Menteri PUPR.

Sedangkan Deputi Yayasan BaKTI, Suzanna Gosal menuturkan Praktik Cerdas yang dipresentasikan dalam festival ini, antara lain Kalaodi, Kampung Ekologi Penjaga Tidore, Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Bio-diesel, Portal Analisis Data Berbasis Peta di Kota Manado, Lakoat Kujawas serta Data yang Mengubah Dunia Sistem Administrasi dan Informasi Kampung dan Distrik di Papua dan Papua Barat.

“Kegiatan ini juga akan mempresentasikan sebuah inovasi pada pelayanan kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, pengembangan ekonomi lokal, pembangunan pedesaan, dan upaya-upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),”bebernya.

Sementara itu, Prof Abdul Majid Sallatu yang juga sebagai Pokja Forum KTI mengajak setiap peserta untuk menjalin hubungan harmonis dan saling mendukung antar Pemerintah Daerah, Pemerintah Nasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mitra pembangunan internasional, sektor swasta, komunitas, akademisi, jurnalis, dan individu lainnya dengan berfokus pada aset yang dimiliki diri.

“Ayo kita kembangkan itu dengan secara positif dalam mendorong berbagai upaya meningkatkan kesejahteraan sebagai bagian dari Indonesia yang berdaulat,”ucapnya. (ita/bkm/fajar)