Hati-hati Penipuan Perekrutan CPNS dan Honorer K2

22 views

JAKARTA – Isu dibukanya perekrutan ASN membuat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan RDP bersama komisi II DPR terkait penjelasan mengenai ASN yang berkembang belakangan ini. Juga mengenai pembenahan ASN kedepannya dan rekrutmen CPNS yg direncanakan di 2018 ini.

Menpan RB mengatakan, pihaknya menginginkan target untuk bisa menghasilkan smart ASN. Cara tersebut adalah untuk bersaing dengan swasta sehingga tidak diatur oleh pengusaha.

“Target kita kedepannya melahirkan yang dinamakan smart ASN, yang tidak kalah dengan swasta. Kalo ASN pintar tidak bisa lagi diatur oleh swasta. Swasta itu diatur oleh birokrasi,”ujarnya dalam RDP bersama komisi II di komplek DPR, senin 12/3/2018.

Sementara itu Asman Abnur mengimbau kepada masyarakat terhadap isu yang berkembang khususnya tenaga honorer kategori 2 (K2) untuk lebih berhati-hati terhadap rumor yang beredar dengan mengatasnamakan Kementerian PANRB.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman juga mengatakan bahwa ada rumor mengenai pengumpulan biodata K2 yang diinstruksikan oleh Badan Anggaran DPR RI dan Kementerian PANRB. Dijelaskan lebih lanjut, bahwa yang mengkoordinasikan pengumpulan data tersebut mengatasnamakan Forum Honorer K2.

“Kami tegaskan bahwa itu tidak benar. Kementerian PANRB tidak pernah memberikan instruksi terkait hal tersebut,” ujarnya di Jakarta, Senin (12/03).

Herman menjelaskan bahwa ada tenaga Honorer K2 dari Kabupaten Cianjur yang mengkonfirmasi akan kabar tersebut. Bahkan mereka mengakui ditarik sejumlah biaya untuk pengumpulan data dimaksud.

Diiimbau, masyarakat berhati-hati dan tidak serta merta mempercayai jika ada informasi terkait tenaga honorer K2. Masyarakat diminta untuk lebih selektif terhadap informasi yang beredar dan mencari tahu kebenarannya.

“Jika ada informasi seperti itu, dimohon untuk lebih waspada dan mengkonfirmasi dahulu ke Kementerian PANRB,. Modus seperti itu potensial ujung-ujungnya penipuan,” tegasnya. (zain/fajar)