Heboh! Penemuan Potongan Arca di Lahan Tebu

9 views

FAJAR.CO.ID, KEDIRI – Temuan benda yang diperkirakan arca kembali terjadi. Kali ini, dua potongan arca ditemukan oleh pencari rumput. Lokasinya di tengah kebun tebu di Dusun Jagung, Desa Jagung, Kecamatan Pagu. Dua potongan arca yang berbentuk umpak dan potongan kaki dalam keadaan bersila itu ditemukan kemarin (23/3).

Kedua benda itu tidak utuh saat ditemukan. Benda yang diperkirakan umpak terpotong di satu sisi. Sedangkan benda satunya diduga potongan dari bagian bawah arca. Dari perut hingga kaki yang bersila. Di bagian perut itu juga terlihat ada selendang.

Yang menemukan kedua benda itu adalah Karni, 49. Warga Desa Basongan, Kecamatan Kayenkidul itu tengha mencari rumput. Namun, saat berada di lahan tebu itu dia melihat dua benda tersebut.

Menurut pengakuan Karni, setelah ia menemukan arca tersebut ia belum melapor ke siapapun. Baik pada pemerintah desa setempat atauke  Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) .

“Saya kemarin menemukan dan langsung memberitahukan ke teman saya. Belum ke pemerintah,” aku Karni.

Karni sempat melakukan pengukuran terhadap benda yang dia temukan. Untuk umpak, panjangnya 120 sentimeter. Dengan lebar 50 sentimeter dan tebal 25 sentimeter. Sedangkan potongan kaki arca bersila memiliki panjang 40 sentimeter, lebar 45 sentimeter, dan tebal 25 sentimeter.

Menurut Karni, arca tersebut tertutup oleh rerumputan. Sehingga tak banyak orang mengetahuinya. Dua arca tersebut memang tersembunyi di tengah ladang tebu, di bawah pohon pisang. Sedangkan di bagian samping banyak tumbuhan kunir.

Menariknya, dulu ini di tempat tersebut sering dilakukan ritual untuk sesajen. “Kalau dulu juga dilakukan ritual sesajen juga Mbak. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” paparnya.

Karni menerangkan bahwa lokasi arca tersebut dulunya adalah pekarangan tebu milik Pak Luwung, warga setempat. Namun sekarang sudah dijual.

Sementara itu, Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Kediri Eko Priatno mengatakan belum mengetahui temuan di Dusun/Desa Jagung, Kecamatan Pagu tersebut. “Kami belum mendapat laporan,” terang Eko.

Rencananya, pihaknya akan melakukan pengecekan dan selanjutnya melapor ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto. “Biasanya, nanti pihak sana (BPCB) akan datang ke lokasi dan melakukan penelitian,” pungkas Eko. (Fajar/JPR)