Identifikasi Jenazah Lion Air Lebih Sulit Dibanding Korban Air Asia

4 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Proses identifikasi penumpang pesawat Lion Air JT-610 dinilai lebih sulit dibandingkan dengan korban kecelakaan pesawat lainnya yang pernah ditangani tim DVI Polri. Hal itu dikarenakan kondisi jenazah yang ditemukan tidak dalam keadaan utuh.

Dokter Spesialis Forensik Mabes Polri Kombes Pol Adang Azhar mengatakan semua bagian tubuh memang ada. Namun kata dia mayoritas dalam skala kecil, sehingga menyulitkan proses identifikasi.

“Memang yang selama ini (pernah ditangani) paling sulit, saya belum menemukan bagian tubuh yang utuh, belum nemu saya,” ujarnya di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/11).

Hal serupa dinyatakan Ketua Tim Fase III Antemortem RS Polri Said Sukanto Kombes Pol Drg Saljiyana DFM. Menurutnya kasus Air Asia yang jatuh di Selat Karimata jenazah yang ditemukan masih ada tanda-tanda yang khusus yang bisa diperiksa.

“Kalau yang kasus Air Asia masih ada propertinya, ada tanda-tanda khusus masih bisa diperiksa. Kalau ini beda karena temuannya body part,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, RS Polri hingga hari ini menerima 163 kantong jenazah korban Lion Air JT-610. Dari 163 kantong tersebut, sebanyak 429 bagian tubuh sudah dilakukan pemeriksaan DNA.

“Data postmortem yang diterima sampai tadi malam 163 kantong jenazah. Data postmortem DNA sebanyak 429 sampel,” ujar Wakil Kepala Operasi Tim DVI Polri Komisaris Besar Polisi Triawan Marsudi saat menggelar konferensi pers pagi tadi.

Sementara keluarga yang melaporkan data antemortem sebanyak 256 pelapor. Jumlah itu didapat dari RS Polri dan posko antemortem di Polda Bangka Belitung. “Jumlah data antemortem yang sudah terverifikasi ada 189,” tukasnya. (dna/JPC)