Ini Aktor Kasus Kebakaran di Tinumbu yang Tewaskan Enam Orang

22 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peristiwa Kebakaran yang terjadi pada Senin 6 Agustus 2018 sekira pukul 03.00 pagi, di Jalan Tinumbu Lorong 166, yang mengakibatkan 5 rumah terbakar dan 6 orang meninggal dunia, terkait dengan jual beli narkotika.

Hasil penyelidikan tim Satreskrim dan Satresnarkoba Polrestabes Makassar, diketahui bahwa kebakaran itu akibat dari pembakaran yang diduga eksekutor pembakaran tersebut adalah Andi Muhammad Ilham Agsari (23). Warga Borong, Kecamatan Manggala ini melakukan aksi tersebut bersama dengan rekannya yang masih DPO yaitu Rahman alias Appang.

Sementara aksi pembakaran itu diduga kuat atas instruksi dari Akbar Daeng Ampu (32) warga Malangkeri kota Makassar. Kasus pembakaran ini diduga motifnya jual beli narkotika. Dimana dari keterangan yang diperoleh penyidik bahwa korban Fahri melakukan transaksi narkoba dengan tersangka Akbar.

“Itulah yang menjadi penyebab tersangka melakukan pembakaran ini karena Fahri tidak membayar narkoba dari Akbar sebanyak 9 paket senilai 10 juta.”kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar saat konferensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Minggu (12/8/18).

Selain itu, kata Irwan, saat ini pelaku Akbar masih berstatus sebagai narapidana dalam kasus pembunuhan dan juga dalam kasus narkotika. Tersangka dipidana selama 12 tahun dan baru menjalani kurungan 5 tahun.

Berdasarkan koordinasi dengan Lapas terhadap tersangka Akbar ini, ditemukan barang bukti berupa timbangan narkotika dan empat buah hp. Sedangkan barang bukti dari tersangka Andi Ilham ditemukan barang bukti botol mineral yang diduga diisi dengan minyak tanah untuk kemudian dilakukan pembakaran pada rumah korban.

“Jadi sejatinya para tersangka ini melakukan penagihan tapi disertai dengan pembakaran,”lanjut Irwan.

Selain itu, Akbar yang menjadi otak dari pembakaran itu juga menyuruh tersangka lainnya terdiri dari Wandi, Haidir dan Riswan idris untuk melakukan penagihan 9 paket narkoba kepada Fahri. Ketiga tersangka ini melakukan penganiayaan terhadap Fahri sebelum terjadinya kebakaran tersebut.

“Kalau kejadian pembakaran terjadi pada Senin lalu maka penganiayaan oleh tiga pelaku terhadap korban terjadi pada Sabtu malam,”terangnya.

Terhadap korban lain yang meninggal selain Fahri, pelaku Andi Ilham dan rekannya yang masih DPO tidak ada upaya melakukan penganiayaan selain pembakaran rumah.

Saat terjadi pembakaran, Fahri ini berada dirumahnya kakeknya atas nama Sanusi. Sementara penganiayaan kepada Fahri itu terjadi dirumahnya ayahnya.

Akbar juga mengaku bahwa Fahri telah melakukan transaksi sebanyak 2 kali dengan sebanyak 9 paket. Fahri memperoleh narkoba itu melalui Iwan sebagai sindikat peredaran narkotika.

Maka dari itu, pasal yang disangkakan terhadap Riswan, Haidir, dan Wandi adalah pasal 170 KUHP dengan denda kurungan 5 tahun 6 bulan, dan pasal 351 KUHP dengan denda kurungan paling lama 5 tahun.

Sementara Akbar Dg Ampu dan Andi Muhammad Ilham Agsari ini dijerat pasal 340 subsider 187 junto pasal 55 dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

“Pengakuan pelaku Akbar dapat narkoba dari Aswar dan posisi narkoba itu berada diluar lapas dimana pelaku Akbar tinggal menelpon,”tutupnya.(sul)