Ini Saran SBMI Buat Pemerintah Cegah Eksekusi Mati TKI di Luar Negeri

30 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Zaini Misrin menjadi pukulan telak buat Pemerintah Indonesia.

Pasalnya, dengan kasus ini Pemerintah Indonesia terlihat gagal melindungi warga negaranya. Atas dasar itu, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melakukan pertemuan bilateral dengan Arab Saudi. Tujuannya guna membahas perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Sekretaris Jenderal SBMI Bobby Alwi menyatakan, pihaknya merasa khawatir kasus hukuman mati TKI Zaini Misrin oleh pemerintah Arab Saudi akan terulang lagi.

“Untuk mengantisipasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi, sudah seharusnya pemerintah segera melakukan pertemuan dengan pemerintah Arab Saudi. Saya pikir lebih cepat lebih baik. Karena ini terkait nasib TKI,” ujar Bobby melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (24/3).

Bobby menilai, karena pentingnya masalah perlindungan TKI, maka sebaiknya tak perlu lagi diselesaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Tapi, harus kepada peraturan yang lebih mengikat.

“Pemerintah kedua negara harus segera bertemu dan melakukan perjanjian yang lebih mengikat antara kedua belah pihak. Sekali lagi ini agar jangan sampai hukuman mati terulang kembali,” kata Bobby.

Menurut Bobby, dengan adanya Memorandum of Agreement (MoA) antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan nasib TKI di negara-negara yang penempatan kerja lebih terjamin. Karena MoA itu mengatur teknis bagaimana hak dan kewajiban bagi TKI.

“Dengan demikian, pemerintah Indonesia dapat memperkuat pengawalan keamanan bagi TKI di luar negeri,” harapnya.

Lebih lanjut Bobby juga mengakui, pihaknya selama ini mendukung pemerintah untuk terus melakukan negosiasi bilateral ke negara-negara tujuan TKI.

“Tentu kita semua berharap ada regulasi yang bisa menciptakan sistem tata kelola dan perlindungan TKI yang lebih baik,” pungkasnya. (Aiy/Fajar/jpg)