Innalillah, Tokoh Penghubung Perdamaian RI-GAM Tutup Usia

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tokoh penghubung perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Mahyuddin Mahmud Adan meninggal dunia.

Mahyuddin meninggal dalam Pesawat City Link penerbangan Kualanamu Sumatera Utara menuju Bandara Sultan Iskandar Muda Provinsi Aceh, sekira pukul 09.45 WIB di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Senin (26/3).

“Seluruh rakyat Aceh ikut menyampaikan kesedihan mendalam. Kita kehilangan tokoh yang ikut mendamaikan Aceh. Semoga Segala Amal Ibadahnya diterima Allah SWT,” kata Juru Bicara Partai Aceh (PA) Syardani M. Syarif kepada JawaPos.com.

Syardani mengatakan, tokoh yang akrap disapa Abuwa ini dikenal sangat peduli pada perdamaian Aceh. Caranya yang dilakukan agar RI dan GAM damai kerap ditempuh penuh dengan risiko. Namun, dengan penuh keikhlasan segala tantangan itu dihadapinya dengan ketabahan.

“Beliau adalah figur yang sangat low profile. Dikenal luas di jajaran Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tidak hanya di level pimpinan, tetapi juga di level prajurit di lapangan,” ungkap Syardani, yang sering dipanggil Teungku Jamaica ini.

Teungku Jamaica menambahkan, sosok Mahyuddin tidak hanya dikenal dekat di kalangan GAM. Tetapi, ia juga dikenal dekat dengan jajaran Pemerintah Indonesia khususnya Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Lebih lanjut dikatakannya, bukti komitmen Mahyuddin terhadap keberlangsungan perdamaian dan penyelesaian konflik Aceh juga beliau kontribusikan dengan hal lainnya. Yakni dengan upaya pemulangan Tahanan Politik Aceh yang ditahan di penjara Songkhla Thailand dan membawa pulang kembali ke Aceh.

“Mualem (Ketua Umum Partai Aceh) sangat berduka atas berpulang ke Rahmatullah Abuwa kita,” ujar Jamaica mengutip pernyataan Muzakir Manaf.

Kini, jenazah tokoh perdamaian ini sudah dibawa di rumah duka dan selanjutnya akan dikebumikan. (Fajar/JPC)