Jalani Sidang, Istri Hamza Mamba Diteriaki Perampok

7 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Suasana persidangan Nursyariah Mansyur, istri CEO PT Abu Tours Hamzah Mamba sempat diwarnai aksi teriakan dari korban penipuan, di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (10/10). Nursyariah yang mengenakan baju tahanan itu, bahkan sempat diteriaki perampok oleh para korban.

”Dia perampok. Seharusnya jangan dibela,” teriak para jamaah dari bangku pengunjung di Ruang Sidang Harifin Dg Tompo.

Ini merupakan sidang perdana bagi Nursyariah. Agendanya pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ia terseret dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jamaah umrah PT Abu Tours.

Terdakwa yang menjabat sebagai komisaris PT Amanah Bersama Umat atau Abu Tours itu didakwa 20 tahun penjara. Dakwaan ini sama dengan dua terdakwa sebelumnya, yakni Muh Hamzah Mamba dan M Kasim.

“Terdakwa dijerat pasal penipuan dan penggelapan, yakni pasal 372 dan 378 KUHP, serta pencucian uang pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010,” kata JPU Tabrani dalam dakwaannya.

Dalam dakwaan disebutkan, bahwa Nursyariah diketahui dipanggil ‘Bu Bos’ sewaktu masih menjabat sebagai komisari Abu Tours. Mendengar hal itu, para jamaah pun sontak meneriakinya perampok.

Jaksa menyebut, Nursyariah menginisiasi beberapa pembelian aset Abu Tours. Uang yang dipakai berasal dari jamaah mentransferkannya ke beberapa rekening.

Satu komisaris Abu Tours lainnya, yakni Khairuddin M Latang juga didakwa 20 tahun penjara. Dakwaan ketiganya memang dilakukan secara terpisah (split).

Dalam pembacaan dakwaan kemarin, Khairuddin dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP, serta pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Khairuddin disebut turut menyembunyikan beberapa aset Abu Tours ketika keuangan perusahaan di bulan November 2017 sudah mengalami defisit.

“Khairuddin M Latang ditugaskan terdakwa untuk menyembunyikan sertifikat dengan cara membawa ke Jakarta. Antara lain, dua sertifikat kantor cabang Abu Tours di Medan. Empat sertifikat kantor cabang di palembang. Dan dua di Kendari,” beber jaksa saat membacakan dakwaannya.

Dalam sidang terpisah, JPU menjerat terdakwa mantan manajer keuangan PT Abu Tours Muh. Kasim Sunusi dengan pasal berlapis. Ia diancam pidana penjara selama 20 tahun. Sebab diduga telah melanggar pasal 372 KUHP, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, junto Pasal 64 ayat (1) KUHP, dan Pasal 378 KUHP, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Kasim juga didakwa pasal 3 Undang-tndang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa Tabrani, M Kasim dinyatakan turut bersama Direktur Utama Abu Tours Muh Hamzah Mamba, beserta dua terdakwa lainnya melakukan penggelapan dan pencucian uang 96.976 jamaah dengan nilai mencapai kurang lebih Rp1,2 triliun.

“Terdakwa bersama Muh Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur, dan Khairuddin M Latang menggunakan dana jamaah tidak seusai dengan peruntukkannya, yakni memberangkatkan jemaah,” kata JPU Tabrani.

Selain dakwaan di atas, JPU juga menyebut terdakwa menerima uang jamaah berdasarkan temuan jaksa dalam rekening bank terdakwa.

“Untuk menyamarkan uang jamaah yang masuk, terdakwa bersama Direktur Utama Hamzah Mamba membeli beberapa aset, seperti tanah dan bangunan serta kendaraan,” bebernya. (mat/bkm/fajar)