Jennifer Duun Diputuskan Bersalah, Kuasa Hukum Bilang….

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jennifer Dunn menjalani sidang perdana kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kemarin (5/4/2018).

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Jennifer Dunn dinyatakan terbukti menggunakan ganja.

Dirinya pun didakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 127 Undang-Undang (UU) No.35 Tahun 2009 tentang Penyalahuganaan Narkotika.

Jika terbukti bersalah, pemain film Buruan Cium Gue itu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup.

Namun, tidak menutup kemungkinan terhadap yang bersangkutan hanya diharuskan menjalani rehabilitasi jika yang terbukti adalah Pasal 112.

“Selain hukuman penjara, undang-undang itu juga mengatur penyalah guna narkoba diancam denda sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar,” kata jaksa penuntut umum, Nova.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum Jennifer Dunn, Heru Widodo mengaku optimis kliennya akan diputus menjalani rehabilitasi.

Sebab, kliennya hanyalah pemakai atau korban sehingga harus disembuhkan melalui jalan rehabilitasi.

Keyakinan itu juga didasarkan dari salah satu pasal yang didakwakan jaksa, yakni Pasal 127 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terkait dakwaan tadi, yang pertama dia menggunakan. Kemudian dakwaan yang kedua, bersama-sama dengan terdakwa lain. Yang ketiga, itu menggunakan juga. Tapi yang menarik adalah ada rekomendasi dari BNNK yang menyatakan bahwa terdakwa Jennifer Dunn adalah penyalah guna stimulansi lain dengan pola penggunaan reaksional,” kata Heru.

Dengan hasil tersebut, lanjutnya, maka Jennifer Dunn bisa direhabilitasi. Sebab, dikatakan sebagai pengguna narkoba reaksional.

Kuasa hukum Jennifer Dunn lainnya, Pieter Eell mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan hukuman yang mungkin diterima kliennya. Mengingat, proses persidangan yang masih panjang.

“Jaksa kan mendakwa seperti itu kemudian akan dibuktikan di persidangan nanti. Kita juga akan menghadirkan saksi supaya berimbang. Nanti kita lihat persidangan selanjutnya,” kata Pieter Ell.

Sementara itu, sidang selanjutkan akan digelar 12 April mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

(pjk/jpg/fajar)